BMA Salurkan Beasiswa Berkelanjutan kepada 661 Hafiz Triwulan Pertama

Amil BMA sedang menguji hafalan para santri pada program Bantuan Beasiswa Berkelanjutan Bagi Santri Tahfiz Alquran. FOTO KIRIMAN MURDANI

HARIANRAKYATACEH.COM – Sebanyak 661 hafiz dari seluruh Aceh mendapatkan Bantuan Beasiswa Berkelanjutan dari Baitul Mal Aceh (BMA) sebesar Rp 1 juta per bulan. Bantuan untuk para penghafal Alquran yang berasal dari seratus dayah lebih dan lembaga tahfiz itu sudah ditransfer untuk triwulan pertama tahun 2021, yaitu Januari hingga Maret.

Ketua Badan Baitul Mal Aceh, Prof Dr Nazaruddin A Wahid MA, Rabu (07/04/2021) mengatakan program beasiswa berkelanjutan bagi santri tahfiz Al-quran itu akan diberikan setahun penuh sejak Januari hingga Desember 2021. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Aceh dari keluarga miskin melalui zakat.

Selain itu memfasilitasi para siswa dan santri dari keluarga miskin untuk meningkatkan kemampuan menghafal Alquran dan juga untuk meringankan beban ekonomi bagi keluarga miskin dalam menyediakan kebutuhan pendidikan anak.

“Yang paling penting adalah mempersiapkan generasi muda yang mampu memahami dan menghafal Alquran sebagai penguatan aqidah di Aceh masa depan,” kata Prof Nazaruddin.

Sementara itu Kepala Sekretariat BMA, Rahmad Raden mengatakan mekanisme penyalurannya yaitu dengan ditransfer langsung ke rekening masing-masing. Selama tahun 2021, BMA telah menyalurkannya untuk triwulan pertama yaitu periode Januari – Maret, dengan total bantuan mencapai Rp1,983 miliar.

Ia menambahkan sasaran utama dari program tersebut adalah para siswa dan santri dari keluarga miskin yang sedang menghafal di lembaga tahfiz atau lembaga lainnya yang memiliki program menghafal Alquran di seluruh wilayah provinsi Aceh.

“Para penerima beasiswa tahfiz itu sebelumnya sudah dilakukan verifikasi administrasi. Selain itu juga dilakukan verifikasi secara faktual yaitu mendatangi langsung lembaga tempat santri tersebut menghafal Alquran serta menguji hafalannya. Mareka itu memiliki hafalan minimal 5 juz dan maksimal 20 juz,” kata Rahmad Raden.

Rahmad Raden berharap melalui program tersebut akan terwujudnya para santri yang mampu menghafal dan memahami Al-Quran, termotivasi untuk selalu menjaga dan meningkatkan hafalannya. Juga akan mampu melahirkan para penghafal Al-Quran (huffaz) di Bumi Serambi Mekkah ini.

“Selama mendapatkan beasiswa dari BMA, para santri ditargetkan mampu menambah setoran hafalan sebanyak 10 juz, dimana 5 juz diantaranya adalah hafalan mutqin (lancar). Sehingga kedepannya akan semakin banyak para santri di Aceh yang menjadi penghafal Alquran,” pungkas Rahmad Raden. (ra)