Kades Gelapkan Dana Desa Dilaporkan Ke Jaksa

HARIANRAKYATACEH.COM – Diduga gelapkan Rp 200 juta anggaran dana desa (ADD) tahun 2020, oknum pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Geumpang Jaya, Julkifli Eli Zonni, dilaporkan ke kejaksaan, Selasa(6/4).

Ketua Badan Permusyawaratan Kute (BPK) Geumpang Jaya, Zainuddin Cibro, mengatakan penggelapan dana desa dilakukan oknum Pjs Kades mereka terdiri dari pembangunan proyek fisik pembangunan mandi cuci kakus (MCK) dengan pagu anggaran Rp 112.668.500.

Juga ada dugaan penyelewengan terkait pembangunan Gudang Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Dengan Flapon anggaran Rp 106.436.500.

“Terkait dengan dua kegiatan ini kami juga telah menerima Laporan hasil pemeriksaan Khusus (LHP-K) Nomor 700/03/IK/LHP-K/2021 tanggal 07 Febuari 2021, disitu dijelaskan ada terjadi penyimpangan penggunaan Dana Desa tahun 2020,” kata Zainuddin Cibro, kepada Rakyat Aceh.

Dalam LHP-K itu juga diterangkan untuk membentuk tim Pelaksaan Tehknis Pengelolaan Keuangan Kute (PT-PKK), begitu juga diminta kepada kepala desa untuk mengembalikan dana pembangunan MCK ke kas desa, begitu juga pembangunan gedung PKK.

” Sampai sekarang PJ kepala desa kami tidak tahu dimana, padahal masa jabatannya sudah berakhir sejak 17 Febuari lalu. Dan sekarang PJ kepala desa di jabat oleh Radliyudin. Namun karena kepala desa sebelumnya tidak pernah ke desa lagi, serah terima jabatan hingga kini belum dilaksanakan,” jelasnya didampingi Sektaris BPK Herry Mulyadi.

Laporan Indikasi Penggelapan Dana Desa Geumpang Jaya diterima oleh Kaur TU dan Kepegawain Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara dengan Nomor 38 / BPK / GP3 / IV -2021 tanggal 05 April 2021. (val/min)