Polda Aceh Kembali Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan Internasional

HARIANRAKYATACEH.COM – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda Aceh) kembali mengungkapkan kasus narkoba sabu jaringan internasional seberat 50 kg dan narkoba ganja jaringan nasional seberat 194 kg.

 Pengungkapan kasus sabu 50 kg dan ganja 194 kg ini atas kerjasama Dir Tippid Narkoba Bareskrim Polri dengan Dit Res Narkoba Polda Aceh, Polresta Banda Aceh, Polres Aceh Timur dan Bea Cukai Aceh.

 Selain berhasil mengungkap dua kasus itu, Polda juga berhasil menangkap 13 tersangka, 4 tersangka kasus sabu dan 9 tersangka kasus ganja.

 Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada, yang didampingi Waka Polda Brigjen Pol Raden Purwadi, Kabid Humas Kombes Pol Winardy dan Dir Resnarkoba Kombes Pol Ade Sapari, Rabu (7/4) di halaman tengah Mapolda mengatakan jajaran Polda Aceh tetap berkomitmen memberantas peredaran narkoba, baik sabu maupun ganja di wilayah hukum Aceh. 

 “Kita bekerjasama dengan semua pihak untuk terus memberantas peredaran narkoba di wilayah Aceh maupun di Indonesia,” katanya. 

 Kata Irjen Wahyu, meski penyeludupan masih terus terjadi, namun upaya mengungkapan terus kita lakukan, kita tidak pernah lelah untuk mengungkap kasus narkoba,” katanya.

 Ada tiga hal yang perlu dilakukan untuk memberantas peredaran narkoba, kata Kapolda Aceh, pertama usaha bersama, kedua konsisten untuk membasmi dan ketiga keuletan mengungkapkan kasus, sebab tidak mudah mengungkap satu kasus, perlu waktu, tenaga dsn pikiran.

 Untuk kasus narkoba sabu, kata Irjen Wahyu, penangkapan di lakukan di kawasan Bagok, Aceh Timur dan menahan 4 tersangka dan juga mengamankan satu unit boat.

 Sedangkan kasus ganja, terjadi di wilayah hukum Polresta. Ganja seberat 96 kg itu, digagalkan pengiriman melalui sebuah titipan cepat di cargo Bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, beberapa waktu lalu. Sementara, kasus ganja lainnya di ungkap Dit Res Narkoba Polda Aceh di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar.

 “Pelaku sudah beberapa mengirim ganja ke beberapa wilayah di Indonesia, termasuk ke Palembang,” katanya. (bai)