Insentif Covid19 Nakes Baitussalam Diduga Belum Dibayar

HARIANRAKYATACEH.COM- Dinas Kesehatan Aceh Besar diduga belum membayar insentif covid19 sebagai hak yang harus diterima bagi petugas medis di Puskesmas Kecamatan Baitussalam, Aceh Besar.

MS salah seorang perwakilan mereka mengatakan, ada 23 tenaga medis yang diberikan SK dan mendapatkan insentif dari dinas.

“Padahal petugas kita di puskesmas ada 70 lebih lagi yang sama sama bekerja dan memberikan pelayanan tidak mendapatkan insentif,” jelas MS, kepada media ini, Kamis (8/4/21) yang amini beberapa teman lainnya.

Dikatakan, 23 orang yang SK kan bekerja dan sudah menerima insentif terhitung sejak bulan Maret hingga Agustus 2020.

“Kami minta keadilan, walaupun tidak masuk dalam SK padahal tetap memberikan pelayanan dan mengobati pasien dalam pemantauan covid19,” ujarnya.

Kata MS lagi, tenaga medis yang mendapatkan jasanya tergantung jumlah kasus, 1 kasus dibayar 5 juta perorang.

“Bagaimana kalau tenaga medis yang tidak merasakan insentifnya, memang SK yang diandalkan itu dibuat oleh Dinas,” jelasnya.

Diakuinya, ketika ada kasus mereka sama sama bekerja, sesuai dengan kinerja dan juga ada medis dan perawat lain.

“Ini sudah pernah kami tanyakan ke Kadis Kesehatan Aceh Besar, namun berjanji akan menyelesaikannya persoalan ini. Karna kurang direspon kaki juga pernah melaporkan ke Polsek Baitussalam,” jelasnya.

Diakuinya, karena sudah ribut ribut pernah dikasih Rp 20 juta sebagai sumbangan dari mereka yang mendapatkan insentif dari 23 orang ada dalam SK.

“Masak kami hanya diberi sumbangan Rp 20 juta dan itu pun harus dibagi lagi dengan perawat dan tenag media lain,” bebernya.

Ia berharap kepada KadisKesehatan Aceh Besar ada kebijakan mengenai dan beban kerja serta absen kehadiran.

“Saya bukan orang baru di puskesmas Baitussalam,” ungkapnya.

Dikatakan, di puskesmas Baitussalam ada beberapa poly namun hanya poly umum insentif covid-19.

“Bahkan ada 2 tenaga medis, 1 dokter umum dan 1 dokter gigi tidak mendapatkan insentif covid,” jelasnya lagi.

Ia mengaku, tidak tahu berapa uang masuk setiap bulan nya ke Puskesmas Baitussalam, karena Kepala Puskesmas dan 23 orang dalam SK itu tidak pernah memaparkan kepada staf.

“Padahal pelayanan banyak, semua bekerja profesional kenapa poly umum saja yang mendapatkan insentif tersebut,” bebernya.

Menurutnya, ada beberapa puskesmas lain di Aceh Besar, uang insentif itu dibagi dengan tenaga medis lain walaupun tidak masuk dalam SK.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Besar, Anita, SKM, yang coba mengklarifikasi persoalan ini lewat hanphone tidak diangkat. Begitu juga lewat WhatsApp yang dilayangkan tidak dibalas. No yang biasa digunakan 0852600045××. (tim)