Tim Riset USK Terima Hibah DIPI Senilai 4,9 M

Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM –  Tim riset Universitas Syiah Kuala (USK) berhasil mendapatkan hibah penelitian dari Dana Ilmu Pengetahaun Indonesia (DIPI) senilai 4,9 Milyar. Dari ratusan proposal yang terdaftar, hanya 11 tim yang berhak mendapatkan dana hibah ini. USK menjadi satu-satunya institusi di pulau Sumatera yang berhasil menerima hibah dari lembaga bergengsi ini.

Tim USK sendiri diketuai oleh Rektor USK, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng bersama tujuh anggota tim dari Fakultas Teknik dan Fakultas Kedokteran USK.

Ketujuh peneliti tersebut yaitu Prof. Dr. dr. Maimun Syukri Sp.PD-KGH, Dr. Ir Hamdani Umar MT., Dr. Ir Razali Thaib M.Si, MT., Dr. Irwansyah ST., M.Eng., Dr.-Ing. Rudi Kurniawan, ST, M. Sc., Dr Sarwo Edhy Sofyan ST., M.Eng., dan dr. Harapan M.Infect.Dis, DTMH, PhD. Dalam hal ini, tim USK juga berkolaborasi dengan Prof. T.M. Indra Mahlia, M.Eng dari University of Technology Sydney, Ultimo, New South Wales Australia.

Rudi Kurniawan, salah satu peneliti dalam tim ini memaparkan, call for proposal untuk projek penelitian ini mulai dibuka pada April 2020 lalu. Skema yang mereka diikuti adalah Rispro International Collaboration & Diaspora Salah dengan fokus penelitian dibidang kesehatan, material dan teknologi, dan maritim. Skema penelitian ini bisa diikuti oleh siapa saja, dan lembaga mana saja. Namun penelitian ini mensyaratkan peserta untuk berkolaborasi dengan peneliti Indonesia yang berada di luar negeri (diaspora).

Dari ratusan proposal yang masuk, tambah Rudi, hanya 36 proposal yang berhasil masuk ke tahap lanjutan, yaitu scientific panel meeting. Kemudian, lanjutnya, 36 proposal itu diseleksi kembali hingga terpilihlah 11 proposal terbaik yang berhak menerima dana hibah. Ke-11 tim yang terpilih kemudian masuk tahap berikutnya, yaitu budget negotiation, untuk menegosiasikan besaran dana yang sesuai dengan masing-masing penelitian.

“Tim riset USK menerima dana senilai 4,9 milyar untuk 3 tahun penelitian, terhitung dari tahun 2021. Saat ini kita dalam tahap persiapan penandatanganan kontrak antara LPPM USK dengan DIPI,” terang Rudi, kemarin.

Fokus dari riset yang diangkat oleh tim riset USK sendiri adalah tentang efisiensi ruang isolasi pasien covid-19. Rudi menjelaskan, tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuat standar baru untuk ruang isolasi di Indonesia.

Saat ini pasien yang terkena covid-19 harus masuk ke ruang isolasi. Kedepannya mungkin akan ada penyakit lain yang mengharuskan pasien masuk ke ruang isolasi. Sedangkan, ruang isolasi yang ada saat ini sangat boros energi.

“Kemampuan dari ruang isolasi di ruamh sakit seharusnya bisa lebih tinggi, dan memiliki standar yang lebih baik,” terangnya.

Rudi memaparkan, pada ruang isolasi, udara diambil dari lingkungan dan didinginkan kemudian dihembuskan ke ruangan. Sayangnya, udara di dalam ruangan ini digunakan dalam rentang waktu beberapa menit lalu dibuang keluar.

“Kita ingin memanfaatkan udara dingin yang dihembuskan keluar ini untuk menghemat energi. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan kemampuan isolasi dari ruangan tersebut,” ungkap Rudi.

Penelitian ini sengaja melibatkan pakar-pakar dari dua bidang ilmu, yaitu kedokteran dan teknik. Pakar kedokteran akan melihat bagaimana perilaku virus jika temperatur dan tekanan udara di ruangan berubah. Sedangkan pakar bidang teknik akan fokus pada bagaimana ruang isolasi ini bisa lebih hemat energy dan bekerja optimal.

Untuk diketahui, selama ini USK telah meraih sebanyak dua kali hibah rispro. Kali ini adalah yang kedua kalinya tim USK mendapatkannya, dan dengan budget yang lebih besar. (ril/icm)