BPJAMSOSTEK Banda Aceh Serahkan Kartu Peserta Kepada Wali Nanggroe Aceh

wali nanggroe - bpjs ketenagakerjaan
BPJAMSOSTEK Cabang Banda Aceh menyerahkan kartu peserta secara simbois kepada Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Malek Mahmud Al Haytar. For Rakyat Aceh.

HARIANRAKYATACEH.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Banda Aceh, menyerahkan kartu kepesertaan
secara simbolis ke Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia, Malek Mahmud Al Haytar, di Meuligoe Wali Nanggroe, Kamis (8/4/21).

Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 2 tahun 2021 kepada BPJAMSOSTEK, agar meningkatkan kerja sama dengan pihak lain dalam rangka kampanye/sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Banda Aceh, Awalul Rizal, mengatakan BPJAMSOSTEK melakukan kunjungan kerja kampanye/sosialisasi kepada Wali Nanggroe Aceh dan menyerahkan kartu kepesertaan.

“Sesuai dengan amanah yang tertuang di dalam Undang-Undang (UU) nomor 24 tahun 2011 tentang BPJAMSOSTEK, yang memiliki tugas salah satunya ialah memberikan informasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat,” jelasnya.

Di Inpres tersebut dituliskan, Jokowi telah mendukung sepenuhnya perlindungan jaminan sosial bagi seluruh pekerja.

Melalui Inpres dimaksud, antara lain Presiden Jokowi memerintahkan 19 menteri, Jaksa Agung, 34 gubernur, 416 bupati, 98 wali kota, untuk mendukung optimalisasi perlindungan pekerja.

Hingga saat ini pemerintah telah lengkap menyiapkan perangkat serta program-program untuk menjaga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Alhamdulillah, Wali Nanggroe telah menerima dengan baik pemaparan program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Terdapat banyak kesamaan persepsi dan cita-cita antara program-program Wali Nanggroe dengan program BPJAMSOSTEK,” jelasnya.

Ia berharap, dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja, terpenuhinya hak dasar pekerja, mencegah kemiskinan, dan memberikan kepastian dalam berinvestasi. Sehingga, dibentuk lah badan pemerintah BPJAMSOSTEK dengan lima program dasar.

Awal mengucapkan terima kasih kepada Wali Nanggroe Aceh beserta jajarannya, atas kepedulian serta dukungan dari pihaknya untuk kesejahteraan seluruh masyarakat, terutama pekerja di Aceh.

“Dari 2,3 juta potensi pekerja yang masuk dalam ruang lingkup coverage perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan di Aceh, baru 418 ribu yang terlindungi. Dalam artian, coverage perlindungan sosial ketenagakerjaan di Aceh baru 15 persen,” jelas Awal.

Kedepannya, ia bersama dengan Wali Nanggroe Aceh akan membahas kembali terkait perlindungan dan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh di Aceh, khususnya bagi para pekerja informal di luar Pgawai Negeri Sipil (PNS), TNI, dan Polri. (ra/rus