Pemerintah Larang Mudik, Polri Kerahkan 166 Ribu Personel Pengamanan

Ilustrasi Mudik. Polri mulai bersiap diri melakukan pengamanan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021. Hal ini seiring adanya larangan mudik dari pemerintah pusat. Sekitar 166 ribu personel lebih dikerahkan. (Dok JawaPos)

HARIANRAKYATACEH.COM  – Polri mulai bersiap diri melakukan pengamanan mudik Hari Raya Idul Fitri 2021. Hal ini seiring adanya larangan mudik dari pemerintah pusat, 166 ribu personel lebih dikerahkan untuk melakukan penjagaan diseluruh Indonesia.

“Total 166.734 personel disiapkan untuk amankan mudik,” kata Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol Rudy Antariksawan kepada wartawan, Jumat (9/4).

Rudy menuturkan, personel yang dikerahkam dibagi tiga bagian. Pertama dari Mabes Polri sebanyak 834 personel, terdiri dari, 53 orang pimpinan dan staf, 16 orang satuan tugas (satgas) I, 66 orang satgas II, 101 orang satgas III, 32 orang satgas IV, dan 543 orang satgas V.

Kedua, dari Polda jajaran sebanyak 93.336 personel. Ketiga, dari instansi terkait sebanyak 72.564 personel. Dengan rincian, 13.332 anggota TNI; 10.449 personel Dinas Perhubungan; 10.772 personel Satpol PP; 7.402 orang dari Dinas Kesehatan; 6.330 orang dari pramuka; 2.379 dari anggota perlidungan masyarakat (linmas).

“Jasa Raharja 1.210, Basarnas 2.301, lainnya 18.389,” jelas Rudy.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan bahwa mudik Idul Fitri 2021 ditiadakan. Hal itu untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Indonesia yang kian meluas pascalibur panjang.

Hal ini telah dirundingkan dalam rapat bersama kementerian terkait pada 23 Maret lalu. Kemudian, hasil ini juga telah disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sesuai arahan presiden dan koordinasi keputusan rapat tingkat menteri yang dilaksanakan 23 Maret 2021 di Kantor Kemenko PMK yang dipimpin Menko PMK, serta hasil konsultasi dengan presiden maka ditetapkan bahwa 2021 mudik ditiadakan,” jelas dia dalam Telekonferensi Pers, Jumat (26/3).

Kata dia, hal ini berlaku untuk seluruh ASN, TNI, Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri dan seluruh masyarakat. Dia juga menuturkan bahwa langkah ini diambil dalam rangka upaya vaksinasi yang dilakukan bisa maksimal sesuai dengan yang diharapkan.

“Larangan mudik akan dimulai dari tanggal 6 Mei sampai 17 Mei 2021, dari tanggal itu diimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pergerakan atau kegiatan daerah kecuali keadaan mendesak dan perlu,” tegasnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan