Program PEN di Aceh Terealisasi di Atas Rata rata Nasional

HARIANRAKYATACEH.COM – Program Pemberdayaan Ekonomi Nasional (PEN) di Aceh cukup memuaskan dengan terealisasi di atas rata rata nasional. Targetnya di tahun 2020 hanya15 persen ditingkat nasional bahkan terealisasi mencapai 17 persen.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jendral Perbendaharaan Aceh, Syafriadi, pada media meeting, Jumat (9/4/21).

Dikatakan, pemerintah pusat telah mengalokasikan Rp694,83 triliun untuk pemulihan ekonomi nasional yang terbagi dalam 5 kluster yaitu Perlindungan Sosial, Program Prioritas, Kesehatan, Dukungan UMKM dan Korporasi serta Insentif Usaha.

“Alokasi ini sebesar-besarnya dapat dimanfaatkan oleh masing-masing daerah,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Syafriadi, sebagai lanjutan pemulihan ekonomi tahun 2020, menjadi tugas Pemerintah Aceh, Pemerintah Kabupaten/Kota serta Instansi Vertikal Pemerintah Pusat di Aceh untuk bersinergi secara intensif dalam merumuskan langkah-langkah strategis, taktis dan teknis dalam rangka akselerasi pemanfaatan dana Program PEN.

“Program PEN yang ditujukan bagi penguatan daya beli masyarakat harus benar-benar tepat sasaran sehingga diharapkan mampu untuk menambah daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat di Aceh,” harapnya.

Ditambahkannya, program PEN pada klaster perlindungan sosial perlu didorong untuk dapat dioptimalkan oleh lapisan masyarakat yang berhak serta terjaga pemanfaatannya.

“Potensi besar yang juga dapat ditingkatkan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional yaitu pemberdayaan UMKM. Oleh karena itu, sprogram-program penguatan UMKM yang dimiliki oleh pemerintah harus benar-benar dapat diakselerasi dengan baik,” jelasnya.

Sambungnya, kerja keras APBN dalam mendukung pemulihan ekonomi menunjukkan kinerja semakin baik. Keberhasilan perekonomian nasional tahun 2021 setidaknya dipengaruhi 3 aspek pokok yaitu: keberhasilan vaksinasi, keberhasilan kesinambungan bisnis dan reformasi struktural yang dimotori oleh undang-undang Ciptaker. (rus)