Polres Simeulue Berbagi Rezeki Meugang Ramadan dengan Muallaf

polres berbagi
Kapolres AKBP Agung Surya Prabowo bagi-bagi rezeki paket bantuan kepada Muallaf di Simeulue. Minggu (10/4). Ahmadi - Harian Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – Sedikitnya sekitar 15 orang muallaf yang ada di Kabupaten Simeulue, mendapat rezeki ramadan paket bantuan daging meugang dan bantuan dari Polisi Resort (Polres) Simeulue, Minggu (11/4/21).

Bantuan dan santunan berbagi rezeki ramadhan tersebut, diserahkan langsung Kapolres AKBP Agung Surya Prabowo, didampingi Kasatreskrim Iptu Muhammad Rizal disalah satu kawasan desa tangguh, Desa Busung, Kecamatan Teupah Tengah.

“Alhamdulillah, hari ini dipelopori oleh Satreskrim Polres Simeulue, kita berbagi rezeki ramadhan bantuan dan santuan kepada saudara kita yang muallaf. Semoga tetap berlanjut bantuan dan santunan untuk saudara kita seiman ini,” katanya.

Masih menurut Kapolres Simeulue, yang juga didampingi Kepada Desa Tangguh (Desa Busung) Munawar, selain berbagi rezeki bantuan dan santuan ramadhan kepada belasan muallaf, juga anak yatim piatu, janda dan warga kurang mampu yang ada di Kecamatan Simeulue Timur dan Kecamatan Teupah Tengah.

Dalam kesempatan itu, Kapolres AKBP Agung Surya Prabowo, warga Simeulue untuk patuhi protokol kesehatan Covid19, dalam pelaksanaan ibadah bulan ramadhan, sebab saat ini bencana nasional penyebaran wabah penyakit tersebut, belum tuntas dan masih mengancam keselamatan jiwa manusia.

Junaida (45) salah seorang muallaf, yang masih tercatat warga Desa Suka Maju, Kecamatan Simeulue Timur, terlihat tidak mampu menahan haru, sesaaat setelah menerima paket rezeki ramadhan bantuan dan santunan yang tidak disangka-sangkanya dari pihak Polres Simeulue.

“Saya sudah 10 tahun menjadi muslim dan menyandang sebagai muallaf, baru kali ini saat hari meugang puasa dapat bantuan daging. Alhamdulillah dan semoga juga bisa diikuti program pak polisi ini oleh lembaga lain atau pemerintah kita,” katanya kepada Harian Rakyat Aceh, Minggu (10/4).

Junaida warga asal Nias Sumatera Utara itu, kembali menceritakan yang sebelumnya menganut agama kristen protestan dan kemudian 10 tahun lalu pindah agama dan resmi memeluk agama Islam, bersama Jairudin suaminya yang berprofesi nelayan, dan 6 orang putra putri. (ahi/rus).