Minggu Pertama Ramadhan, Penjual Kurma Mulai Semarak

Harianrakyataceh.com – Dibulan Ramadhan yang penuh berkah  penjual buah kurma mulai banyak terlihat. Salah satunya di tempat penjual jajanan takjil menu berbuka puasa di Jalan Lintas Banda Aceh – Medan tepatnya depan Masjid Agung Istiqomah, Tapaktuan, Jumat, (16/4).

Salah satu penjual, Sofwan, (30), mengatakan Alhamdulillah buah kurma masih merupakan makanan favorit masyarakat ketika memasuki Bulan Ramadhan.

” Memasuki hari pertama Ramadhan pembeli membludak sehingga hasil penjualan kurma meningkat,” katanya.

Jenis kurma yang dijual Sofwan juga beragam, ada kurma yang di datangkan dari Mesir, Madinah, dan Arab.

Selain menjual kurma mentah, Sofwan juga menjual kurma yang sudah di olah menjadi susu.

” Ia selain kita menjual kurma, kita juga menjual susu kurma, ini kreasi yang kami olah sendiri,” katanya.

Ia mengatakan harganya juga variatif. Mulai yang terendah  hingga yang tertinggi tergantung jenis dan kualitasnya. 

” Kurma mesir kita jual harga Rp.10.000 per bungkus,  kurma Golden Valley dari Arab harga Rp.20.000, per bungkus, sampai yang termahal kurma Ajwah Rp. 100.000, per bungkus,” Terang Sofwan.

Sambungnya, untuk susu kurma kami menjual seharga Rp. 10.000 per botol, dan kerupuk janggek Rp.25.000 per kg. ” Alhamdulillah selama jualan  tidak ada kendala dan penghasilan jualan pun meningkat tajam,”  tutupnya.

Ditempat berbeda,  Rafiah Sari penjual buah kurma di Swalayan Pasar Bertingkat Simpang 4 Samadua, mengatakan saat ini jualan kurmanya masih sepi pembeli meski harga yang di tawarkan tergolong murah.

” Ia masih sepi pembeli, daya beli sekarang menurun akibat pandemi ini,” katanya.

Sari menerangkan, untuk mengait pembeli agar jualan kurmanya dapat di jangkau masyarakat dia mencoba membuat bungkusan – bungkusan 

kecil untuk 1 bungkus kurma di jual dengan harga Rp. 5000 rupiah dari sebelumnya Rp. 20.000 perbungkus.

” Kita buat bungkusan kecil dengan harga Rp.5000 untuk dapat terjangkau oleh masyarakat,” terangnya.

Ia mengatakan bukan hanya jualan kurmanya saja yang mengalami penurunan omset,  tetapi juga dialami pedagang takjil lainnya.

” Pedagang lain juga mengeluh karena penurunan omset, beda dengan tahun yang lalu awal Ramadhan sudah ramai,” singkatnya. ( Yat).