Dinas Dayah Aceh Sosialisasi Program Mantap BEREH

Kepala Dinas Dayah Aceh Zahrol Fajri S.Ag MH menyerahkan bantuan kepada pengurus Masjid Al-Ikhlas, Karang Baru, Aceh Tamiang, Sabtu (17/4). foto ist

HARIANRAKYATACEH.COM – Dalam rangka New Safari Ramadhan 1442 Hijriah, Pemerintah Aceh melaksanakan program Gerakan BEREH (Bersih Rapi Estetika dan Hijau) Masjid dan GESID (Gerakan Edukasi Vaksinasi Covid 19) Aceh di 54 Mesjid pada 23 Kabupaten dan Kota di seluruh Aceh secara serentak pada 5 Ramadhan atau 17 April 2021.

Sebelumnya pada New Safari Ramadhan ini, Dinas Pendidikan Dayah Aceh di bawah arahan Kepala Dinas Zahrol Fajri S.Ag MH sudah melaksanakan gotong royong bersama dengan Camat Karang Baru, Kepala Puskesmas Karang Baru, Kepala Sekolah, dan masyarakat di Desa Tanah Terban untuk melakukan aksi Mantap BEREH dan Edukasi Vaksinasi Covid 19 (GESID) di Mesjid Al-Ikhlas.

“Kini pada Ramadhan ke 5, sesuai janji, kami hadir kembali kemari dengan membawa penceramah Ustad Abrar Zym dari Banda Aceh, ujar Zahrol saat memberikan kata sambutan di sela-sela pelaksanaan Salat Isya, tarawih serta witir berjamaah dengan masyarakat.

Pada kesempatan itu, juga menyerahkan 3 karpet ambal sajadah, pohon mangga, 2 buah kipas angin, 15 bunga dalam pot, semen 20 sak, Al-Quran 28 buah, 18 Buku Bacaan dan sejumlah bantuan lainnya yang sudah terlebih dahulu kami serahkan pada awal kami berkunjung ke Mesjid Al-Ikhlas ini.

Dirinya berharap dalam momentum New Safari Ramadhan 1442 Hijriah tahun ini, Alhamdulillah Pemerintah Aceh kembali dapat bersilaturrahmi dengan masyarakat di bulan yang mulia ini. Semoga silaturrahmi yang baik ini terus terjalin dan terus menjadi media komunikasi antara masayarakat dan Ulil-Amri.

Pada kesempatan itu, Kadisdik Dayah Aceh Zahrol Fajri juga menyampaikan salam dari Gubernur Aceh Ir H Nova Iriansyah MT dan Sekretaris Daerah Aceh dr Taqwallah M.Kes.
Ustad Abrar Zym sebagai penceramah dalam kegiatan New Safari Ramadhan ini banyak menjelaskan mengenai Gerakan Edukasi vaksinasi covid 19 (GESID) yang saat ini sedang digencarkan oleh Pemerintah Aceh.

Ustad Abrar menjelaskan bahwa Vaksinasi sebagai salah satu tindakan medis untuk memberikan kekebalan terhadap setiap individu sehingga nantinya diharapkan akan terjadi kekebalan terhadap kelompok masyarakat.

Vaksin membentuk antibodi pada setiap individu yang disuntikkan sehingga individu tersebut kebal terhadap penyakit tertentu. Data membuktikan bahwa Vaksin secara kolektif dapat menghilangkan penyakit tertentu yang pernah terjadi sebelumnya seperti penyakit cacar, malaria, dan meningitis.

Dalam sebuah hadits disebutkan, “Setiap penyakit ada obatnya. Apabila ditemukan obat yang tepat untuk suatu penyakit, akan sembuhlah penyakit itu dengan izin Allah swt (HR Muslim).

Selanjutnya, merujuk hasil Fatwa MUI No 2 Tahun 2021, bahwa vaksin yang disiapkan pemerintah merupakan produk halal dengan alasan:
Pertama, dalam proses produksinya, tidak memanfaatkan zat-zat yang tidak halal atau bahan yang tercemar dengan najis.

Kedua, dalam prosesnya tidak memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia.
Ketiga, meskipun dalam prosesnya bersentuhan dengan barang najis tingkat ringan (mutawassithah), sehingga dihukumi mutanajjis, akan tetapi sudah dilakukan pensucian yang telah memenuhi ketentuan pensucian secara syar’i.

Keempat, menggunakan fasilitas produksi yang suci dan hanya digunakan untuk produk vaksin Covid-19.

Kelima, Peralatan dan pensucian dalam proses produksi vaksin dipandang telah memenuhi ketentuan pencucian secara syar’i.

Fatwa tersebut juga diperkuat oleh Tausiah MPU Aceh No 1 tahun 2021 tentang Vaksinasi Covid-19 dengan vaksin sinovac suci dan halal sesuai dengan fatwa MUI Pusat, jelas Ustad Abrar.

Di samping itu juga, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI telah mengeluarkan izin penggunaan darurat dan jaminan keamanan, mutu, serta khasiat Vaksin Covid-19 yang menjadi salah satu indikator bahwa vaksin tersebut memenuhi syarat, baik dan aman untuk digunakan dalam kondisi darurat, ujarnya.

Terakhir ustad Abrar berpesan kepada jamaah sekalian untuk memerangi wabah yang tidak kalah ganas nya, yaitu wabah hoax yang saat ini juga menjangkit kita.

“Ustad berpesan agar info yang kita dapatkan di Media Sosial untuk di saring dulu sebelum di sharing,” ujarnya.

Perlu diketahui, hoax adalah kekejian yang sangat nyata, hanya akan menciptakan saling curiga dan perpecahan dalam masyarakat. Maka mari kita jadikan Ramadhan sebagai madrasah ketika kita lulus darinya nanti maka kita akan menjadi masyarakat yang cerdas dan berdaya tahan tinggi dan akan mampu menghindari diri dari pengaruh hoax yang sudah sangat meresahkan dan menimbulkan perpecahan ini.

Hadir dalam acara safari Ramadhan tersebut Camat Karang Baru Iman Suheri S.Stp, Kepala Puskesmas Karang Baru Irwanuddin SKM, Kepala Sekolah SMA Karang Baru Idawati, Imam Mesjid Al-Ikhlas Tanah Terban As’ari, Rais ‘Am Dayah Perbatasan Manarul Islam Aceh Tamiang Tgk Mustafa Abdussalam Syah dan para jamaah isya, tarawih serta witir sekalian. (ra/slm)