Simpang Tujuh Ule Kareng Kian Semrawut

HARIANRAKYATACEH.COM – Simpang Tujuh Ule Kareng, kota Banda Aceh belum sepenuhnya bebas dari semrawut yang menyebabkan kamacetan. Apalagi saat masyarakat membeli jajanan menjelang berbuka puasa. Pantauan Rakyat Aceh, meski sudah diberi pembatas dua jalur, nyatanya desak desakan antara pengendara saling mendahului masih saja terjadi.

Ari, salah seorang pengendara asal Kecamatan Syiah Kuala mengatakan, kemacetan yang terjadi di seputaran Ule Kareng sudah menjadi pemandangan biasa. Ia hanya mengaku pasrah melihat penuhnya kendaraan yang membuat jalan macet. Menurutnya hal itu bisa disebabkan karena jalan yang kecil ditambah para pedagang yang berjualan sampai mengenai badan jalan.

“Mau gimana lagi bang, sudah beberapa kali puasa ini terjadi,” ujarnya Minggu (18/4). Salah itu, Ari juga mengaku prihatin dan kesal setiap melewati kawasan tersebut.

Apalagi menurutnya pemerintah belum bergerak cepat untuk melebarkan jalan yang kini selalu disesaki pengendara.

“Kita berharap baik pemerintah kota maupun provinsi harus bergerak cepat, sehingga puasa tahun depan jalan di kawasan Ule Kareng ini bisa lebih lebar dan terbebas dari macet,”harapnya. Kekesalan yang di alami Ari mungkin saja di alamai oleh masyarakat banyak juga, bagaimana tidak, banyak pemberitaan yang sudah menyorot masalah semeraut di kawasan simpang tujuh Ule Kareng tersebut, namun sampai saat ini belum ada tindakan dari pemerintah kota tersebut.

Menurut pedagang setempat, kemacetan ini memang biasa terjadi di karenakan kawasan simpan tujuh Ulee kareng selain pasar, juga pusat kuliner. “Jadi banyak orang datang mulai pagi sampai sore kepasar, ada yang berbelanja dan menikmati kuliner, harapanya di tertibkan lagi dan di lebarkan jalan.” Demikian