Kadus Dinonaktifkan Keuchik Mencari Keadilan ke Sekda

CARI KEADILAN- Para Kepala Dusun yang dinonaktifkan oleh keuchik Kampung Jawa Lhokseumawe, menjumpai Sekda Lhokseumawe, T.Adnan untuk mencari keadilan pada Selasa (20/4) siang. ARMIADI/RAKYAT ACEH.

HARIANRAKYATACEH.COM – Keuchik Kampung Jawa Lhokseumawe, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Tgk. H. Marzuki Abdullatif, yang menonaktifkan tujuh Kepala Dusun (Kadus) secara serentak berbuntut panjang. Betapa tidak, sejak dinonaktifkan pada Jumat 9 April lalu, para kadus itu terus mencari keadilan atas sikap yang dilakukan oleh keuchik kampung setempat.

Bahkan, pada Selasa (20/4) para kadus itu bersama Imum gampong dan Imum dusun, mengadukan nasibnya kepada Sekda Kota Lhokseumawe, T.Adnan. Ketujuh Kadus yang dinonaktifkan tersebut, yakni Kepala Dusun (Kadus) Cemara Hijau, Musnizar Ajalil, Kadus Muthadahuddin, Faisal, Kadus Noeriman, Arjunaidi, Kadus Ali Sarjani, Syahruddin, Kadus Syuhada, Ardi, Kadus Tgk Chik Di Tunong, Irman Ibrahim dan Kadus Blok Haminte, Azis Nasution.

“Kami sudah pernah mendatangi kantor Camat Banda Sakti, untuk menyampaikan persoalan dinonaktifkan kami oleh keuchik dan termasuk persoalan di Kampung Jawa Lhokseumawe, pada Senin 12 April lalu,”ucap Kadus Noeriman, Arjunaidi yang dinonaktifkan oleh keuchik kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Arjunaidi bersama Ardi, Musnizar Ajalil dan kadus lainnya, menyebutkan, setelah sepekan lebih belum ada respon dari camat Banda Sakti atas laporan yang disampaikan itu, maka pihaknya mengadukan nasib ke Sekda Lhokseumawe.

“Tadi siang pak Sekda T.Adnan langsung menerima kehadiran kami, dan berjanji akan memanggil keuchik dan tuha phet untuk menyelesaikan persoalan tersebut,”ucap Arjunaidi bersama Ardi dan Musnizar Ajalil, kepada Rakyat Aceh, kemarin.

Dikatakan, dalam pertemuan dengan Sekda Lhokseumawe, juga turut dihadiri oleh Imum Gampong dan Imum Dusun di Kampung Jawa Lhokseumawe. “Yang jadi persoalan kenapa keuchik mengambil sikap untuk menonaktifkan ketujuh dusun saat memasuki bulan ramadhan, walaupun dalam aturan diperbolehkan melakukan pergantian Kepala Dusun (Kadus) oleh keuchik, tapi ada aturan dan ketentuan yang berlaku,”katanya. (arm/ra)