Haji Uma Kembali Bantu Pemulangan TKI Penderita Sakit Asal Aceh

Foto Kiri: Muhammad Nafi (32) Tahun setelah menjalani operasi usus buntu di Hospital Selayang Malaysia, sementara Foto Kanan: Abu Saba dan Haikal foto bersama sebelum Muhammad Nafi bersama istri melakukan perjalanan ke Pulau Pinang International Airport untuk kembali ke Tanah Air Indonesia, Hentian, Kajang, Malaysia, Ahad (18/04/2021). Foto Istimewa

HARIANRAKYATACEH.COM – Abu Saba dan Haikal merupakan tim H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma anggota DPD RI asal Aceh, kembali bantu pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) penderita sakit asal Aceh di Malaysia, Rabu (21/04/2021).

Kali ini TKI yang dibantu Haji Uma adalah Muhammad Nafi (32) warga desa Alue Ie Itam Kec. Peudawa Kabupaten Aceh Timur. Nafi sejak 2 bulan lalu menderita apendisitis atau usus buntu dan tidak bisa bekerja lagi seperti biasanya.

Sebulan lalu, Nafi menjalani tindakan operasi usus buntu yang dideritanya di hospital Selayang Malaysia dan menghabiskan dana sekitar 36 juta rupiah.

Pasca operasi, Nafi masih bertahan di Malaysia dengan harapan segera sembuh dan dapat bekerja kembali seperti biasanya, namun belakangan bekas luka Nafi semakin memburuk dan mulai Infeksi akibat kekurangan obat

Untuk terus melanjutkan pengobatan di Malaysia sangatlah tidak mungkin, mengingat kondisi keuangan Nafi yang bekerja sebagai kuli bangunan tidak berbanding dengan biaya rumah sakit di Malaysia

Penderitaan Nafi ikut tersebar di beberapa group whatsapp persatuan masyarakat Aceh di Malaysia hingga sampai ke telinga Abu Saba dan Haikal yang merupakan Tim Haji Uma di Malaysia

“Setelah kami mengunjungi kediaman Muhammad Nafi dan saya melihat semangat Nafi sangat tinggi untuk sembuh dan tetap bertahan di Malaysia, namun niatnya itu harus diurungkan karena kendala Biaya” Ungkap Abu Saba

Abu Saba menambahkan, jika Nafi tidak segera melanjutkan pengobatan dikhawatirkan kondisinya akan semakin memburuk dan semakin sulit untuk pemulangan ke Aceh tantinya

Setelah Abu Saba dan Haikal berkomunikasi dengan Haji Uma, tanpa menunggu lama, Haikal yang dikenal cukup lincah dalam pengurusan dokumen TKI Aceh di Malaysia, atas bantuan KBRI Kuala Lumpur dapat meneyelesaikan tugasnya hanya beberapa hari saja dan Nafi dapat kembali ke tanah air

Biaya pemulangan Nafi ke Aceh ditanggung oleh Haji Uma dan Haikal, masing-masing Haikal menanggung biaya pengurusan dokumen dan haji Uma menanggung biaya tiket dan test swap, sementara biaya pemulangan istrinya atas biaya sendiri,

Kembalinya Nafi ke Aceh di damping oleh istri tercintanya Maryati (27) yang selama ini berjuang bersama di negeri jiran Malaysia

Sebelumnya rencana keberangkatan Nafi dan istrinya Maryati melalui Kuala Lumpur International Airport, namun karena ketiadaan tiket, Tim Haji Uma kembali harus bekerja untuk pemulangan Nafi dan Istrinya melalui Pulau Penang International Airport ke Kualanamu Airport Deli Serdang, Sumatera Utara

“Alhamdillah kemarin tanggal 19 April, Nafi bersama istrinya sudah tiba ditanah kualanamu medan dan sedang menajalani karantina oleh satgas gugus Covid-19 Sumatera Utara 5-7 hari kedepan.” Ungkap Haikal

Haikal berharap setibanya di tanah Air, Nafi segera mendapatkan pelayanan medis yang layak hingga sembuh secara gratis melalui BPJS Kesehatan/ JKRA. (Ra)