DPD PKS Banda Aceh Sambangi Rumoh Manuskrip Aceh, Renungi Sejarah Kota Banda Aceh

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Banda Aceh mengunjungi Rumoh Manuskrip Aceh milik Kolektor Tarmizi A Hamid atau sapaan Cek Midi, di Gampong Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Kamis (22/4/2021). FOTO IST

HARIANRAKYATACEH.COM – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Banda Aceh mengunjungi Rumoh Manuskrip Aceh milik Kolektor Tarmizi A Hamid atau sapaan Cek Midi, di Gampong Ie Masen Kayee Adang, Kecamatan Syiah Kuala, Kamis (22/4/2021).

Kunjungan tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Banda Aceh yang ke 816, dan juga merupakan bagian dari paket kegiatan Ramadhan Bakti Bersama PKS Banda Aceh tahun 1442 H / 2021 M.

Dalam kunjungan itu, hadir Farid Nyak Umar Ketua DPD PKS Banda Aceh didampingi Ketua Fraksi DPRK Banda Aceh Tuanku Muhammad. Turut Hadir juga Ketua Panitia Fatarjani, Wakil Sekretaris Rahmad Hidayat, Kabid Kesos Faisal Ibnu Hajar, Kabid BPJE Rizki Adha Rossa, Kabid Kepanduan Husni Herman, Sekretaris BPKK, dr Silvana Adela, Ketua DPC PKS Meuraxa Sumalana dan Ketua DPC PKS Kuta Alam Rizal Fahmi.

Ketua DPD PKS Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengatakan, pihaknya mengapresiasi keberadaan manuskrip Aceh karena manuskrip merupakan salah satu bagian penting sejarah Aceh khususnya bagi bidang pengembangan ilmu pengetahuan.

Kemudian DPD PKS kata Farid, menjunjung tinggi literasi, karena partai ini lahir dan berkembang melalui program kaderisasi bagi anggotanya yang sangat dekat  dengan budaya literasi.

“Kunjungan ini selain sebagai sarana silaturahmi, namun juga sebagai pembelajaran dan pengetahuan sejarah masa lampau bagi segenap pengurus dan kader serta simpatisan PKS Kota Banda Aceh,” kata Farid.

Ia juga menilai, Pemerintah Aceh dan Kota Banda Aceh, serta segenap elemen masyarakat agar mengambil andil dan peran dalam melestarikan dan menggali seluruh khazanah budaya Aceh, sebagai warisan yg tak ternilai.

“Maha karya indatu kita dahulu, karena kami percaya bangsa yg besar adalah bangsa yang mengetahui akar sejarah dan budayanya,” katanya.

Farid menjelaskan, salah satu ciri peradaban sebuah bangsa dapat dilihat dari kepemilikan atas huruf sebagai simbol dari tulis baca. Ia berharap, perguruan tinggi, para pakar, agar mau menata serta melakukan kajian mendalam dari manuskrip Aceh.

“Kita apresiasi kepada Cek Midi yang sudah merawat manuskrip ini. Jelas ini merupakan warisan budaya dan pengetahuan yang tak ternilai,” ujarnya.

Sementara itu, Cek Midi menyampaikan terimakasih kepada seluruh pengurus DPD PKS yang telah mengunjungi rumoh manuskrip dalam rangka bersilaturahmi sekaligus melihat langsung manuskrip kuno dan mempelajari sejarah kota Banda Aceh.

“Terima kasih juga kepada Ketua DPD PKS Banda Aceh, Ustadz Farid Nyak Umar atas kekagumannya terhadap benda-benda sejarah yang masih kita rawat selama ini,” katanya.

Di sela-sela kunjungan itu kata Cek Midi, pihaknya juga berdiskusi dengan DPD PKS Banda Aceh dalam rangka merenungi dan menghayati hari jadi Kota Banda Aceh ke 816. “Kita bertafakur dengan sejarah Kota Banda Aceh ini dengan melihat bukti-bukti dalam manuskrip kemudian dilanjutkan dengan diskusi,” tutur Cek Midi. (RAO)