Bertikai, Abang Dibacok Adik

Pihak keluarga berada di depan ruangan bedah RSU Muyang kute Bener Meriah Kamis (22/4) sore. MASHURI | RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Junaidi warga Kampung Isak Busur Kecamatan Bukit, kritis dan mendapat perawatan di RSU Muyang Kute Bener Meriah, karena diduga dibacok oleh kedua adiknya, Kamis (22/4).

Salah seorang warga Kampung setempat, minta namanya tidak diberitakan, mengaku tidak mengetahui motif terjadinya perkelahian antara mereka. “Secara tiba orang- orang berteriak histeris dan menangis saat kehebohan terjadi,“ ungkapnya.

Menurutnya, Junadi menjadi korban setelah berkelahi dengan dua adiknya, F dan I yang merupakan saudara kandung satu bapak lain ibu. “Ya yang kami dengar dua Lawan satu, namun yang menjadi korban merupakan abang paling besar,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ketiganya saat perkelahian saling memegang parang dan abang yang paling besar mendapat menjadi korban setelah mendapat luka bacokan pada bagian kepala dan tangan sehingga langsung dilarikan ke RSU Muyang Kute Bener Meriah.

Sementara itu katanya, kedua pelaku pasca kejadian langsung dibawa pihak Polsek Bukit untuk proses lebih lanjut.

Pantauan Rakyat Aceh korban masih menjalani perawatan di ruang bedah Rumah sakit Umum Muyang Kute Bener Meriah semantara belasan keluarga beserta istri korban menunggu di luar ruangan sambil menangis.

Kapolsek Bukit Iptu Karianto yang dihubungi membenarkan pembacokan tersebut dan korban saat ini sudah di rawat di RSU Muyang Kute Bener Meriah, sementara pelaku yang merupakan adik korban sudah dibawa ke Polsek Bukit.

Hingga saat ini katanya, belum diketahui motif perkelahian tersebut dan akan menyampaikan kepada media setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Saat ini kami masih berada di lapangan dan kasus tersebut sedang kita tangani,” ujarnya (uri/min)

Diduga dibacok kedua adiknya, satu bapak lain ibu, Junaidi warga Kampung Isak Busur Kecamatan Bukit dilarikan ke RSU Muyang Kute Bener Meriah mendapat luka bacokan di bagian kepala dan leher belakang kamis (22/4)
Salah seorang warga Kampung setempat, minta namanya tidak diberitakan, mengaku tidak mengetahui motif terjadinya perkelahian antara mereka. “Secara tiba orang- orang berteriak histeris dan menangis saat kehebohan terjadi,“ ungkapnya.