Tonjolkan Budaya Menjadi Strategi Branding UKM Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – Dampak COVID-19 telat menciptakan perubahan pada pola konsumsi masyarakat yang akhirnya menuntut para pelaku usaha untuk lebih jeli dalam menangkap peluang saat masa krisis.

Hal ini turut dirasakan oleh para pelaku UKM Kota Aceh yang harus siap untuk mengubah strategi ke kanal penjualan online agar dapat terus produktif di masa pandemi.

JNE menggelar webinar JNE Ngajak Online 2021 – Goll…Aborasi Bisnis Online Kota Aceh. Acara yang bertepatan dengan hari ulang tahun Kota Aceh yang ke-816 ini, diadakan secara virtual guna pemberdayaan UKM di masa pandemi.

Melalui webinar virtual diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pelaku UKM di dunia digital dan mengembangkan bisnisnya ke skala nasional hingga global.

Andri Cheri Helmi, Branch Manager JNE Aceh, mengatakan, pandemi memang berdampak pada pendapatan pelaku usaha kecil.

Namun, di sisi lain terdapat peluang di ranah digital yang perlu dimaksimalkan. JNE sebagai mitra senantiasa membantu para UKM dengan memberikan dukungan dan solusi untuk menghadapi tantangan bisnis yang bermunculan.

“JNE Aceh telah bekerjasama dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan. Contohnya dengan Jaya Setiabudi dalam mengadakan workshop tentang pandemic business, sebagai program dukungan agar masyarakat berani bangkit di masa pandemi. Juga melaksanakan program CSR sebagai bentuk kepedulian bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitar, dan masih banyak program lainnya,” jelas Andri dalam virtual webinar Goll…Aborasi Bisnis Online Kota Aceh pada Kamis (22/04/2021).

Hadir sebagai pembicara dari pihak UKM, Owner Ija Kroeng Khairul Fajri Yahya menuturkan, penting bagi pelaku usaha untuk terus belajar dan mengeksplor lebih dalam tentang produknya.

“Saya tidak punya latar belakang soal fesyen atau pakaian, tapi ketika saya memutuskan untuk terjuan ke industri fesyen ini, saya terus gali tentang produk ini dan akhirnya saya mengetahui bahwa pakaian pria dari sisi pinggang kebawah itu sangat jarang di eksplor para desainer dan saya memutuskan untuk mengambil peluang ini” ujar Khairul.

Kejelian Khairul dalam mengambil kesempatan pun berbuah baik. Ija Kroeng sukses mengekspor produknya ke luar negeri dan memiliki reseller di Denmark. Tidak hanya di luar negeri, di Indonesia kesuksesan juga diraih oleh Ija Kroeng berkat strategi marketing melalui pendeketan komunitas. Hal ini sangat berjalan lurus dengan visi Ija Kroeng untuk mengkampanyekan budaya dan motif Aceh lewat pakaian.

Sementara itu, Arto Biantoro selaku Brand Activist dan Founder Brand Adventure Indonesia megatakan, sebuah brand dapat dikatakan berhasil apabila dapat mengikut dan menjalankan visi yang ditetapkan saat awal berdiri. Penulis buku Merek Indonesia Harus Bisa tersebut juga berpendapat bahwa para pemilik usaha yang sudah terjun ke ranah brand harus mampu memberikan pengaruh positif pada pelanggan atau pengikutnya.

“Ketika sebuah brand berani menyampaikan pendapat mereka, khususnya dalam konteks budaya, sosial atau kemasyarakatan ke mata publik, hal ini menunjukkan bahwa brand tersebut sudah menjadi bagian dari kehidupan pengikutnya. Jadi, brand-brand lokal saat ini sudah seharusnya melakukan hal ini dan tidak hanya fokus terhadap penjualan,” pungkas Arto.

Sebagai informasi, gelaran webinar JNE Ngajak Online 2021 Goll…Aborasi Bisnis Online 2021 Kota Aceh diadakan pada hari Kamis, 20 April 2021 sebagai kota ke-18 yang menjadi sasaran dalam pemberdayaan UKM oleh JNE.

Setelah Kota Aceh, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Depok pada 28 April 2021. Webinar online kali ini merupakan roadshow di 60 kota di seluruh Indonesia dan dimulai pada 26 Januari 2021 di Samarinda dan akan berakhir pada 29 Desember 2021 di Ternate. (ra)