Meski Pandemi Covid, Gubernur Minta Kualitas Pendidikan Tetap Dijaga

Gubernur Aceh Nova Iriansyah. FOTO HUMAS PEMERINTAH ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Gubernur Aceh Ir H. Nova Iriansyah, MT, mengingatkan agar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan kualitas pendidikan, meski saat ini pembelajaran tatap muka terkendala karena wabah Covid-19.

Nova menyarankan agar dunia pendidikan dapat menyesuaikan proses belajar mengajar dengan kebiasaan baru di masa pedemi Covid-19. “Seperti memaksimalkan pembelajaran secara virtual, mengoptimalkan pustaka digital, pelatihan secara daring dengan tetap berpedoman pada standar mutu yang telah ditetapkan,” ujar Nova Selasa (25/4/2021).

Selain itu, dirinya juga mengajak semua organisasi guru seperti PGRI, IGI, JSDI, dan Kobar GB untuk saling bahu membahu meningkatkan kemapuan guru dalam penguasaan teknologi informasi (TI) untuk mendukung pembelajaran dalam masa Covid-19.

Sebagaimana diketahui, di masa pandemi COVID-19, proses belajar mengajar di hampir seluruh daerah di Indonesia, bahkan di dunia mengalami perubahan. Lebih setahun proses belajar dilakukan secara daring atau online (virtual), atau perpaduan online dan offline. Untuk itu perlu kreatifitas penyelenggara pendidikan, khsusnya sekolah dan guru, agar mutu pendidikan tetap terjaga dengan baik.

Nova menyebutkan, guru adalah komponen yang berhubungan langsung dengan siswa melalui proses PBM (proses belajar mengajar) sehingga guru menjadi ujung tombak peningkatan mutu pendidikan Aceh. Saat ini, lanjut gubernur, guru sudah banyak berbuat, namun hasilnya masih belum mengembirakan.

Maka itulah, guru harus tetap belajar sebelum dia mengajar. Guru harus memiliki motivasi sebelum memberikan motivasi kepada siswa. Guru menjadi panutan bagi siswa dan lingkungan sekolah. Insyallah dengan demikian, pendidikan kita akan lebih baik lagi,” lanjut Gubernur Nova Iriansyah melalui jawaban tertulis.

Gubernur Nova mengatakan, untuk saat ini Aceh focus pada tiga target keberhasilan utama. Untuk jenjang SMA, kata Nova, mengukur tingkat keberhasilan dengan jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi, sedangkan SMK dengan jumlah lulusan yang diterima di industri dan berwiraswasta. (ra)