Empat Alasan Orang Mukmin Perlu Masuk Surga Bersama-sama

HARIANRAKYATACEH.COM – Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, mengatakan,salah satu kebahagiaan hakiki yang dirasakan oleh orang mukmin di hari akhirat kelak ialah ketika Allah Swt mengumpulkan orang-orang mukmin sebagaimana Allah mengumpulkan mereka di dunia.

“Itulah cita-cita kebahagian kita, hari ini kita berkumpul dalam jamaah salat, semoga Allah akan mengumpulkan kita kembali nanti seperti ini di yaumil masyar,” kata Farid saat mengisi ceramah Tarawih di Masjid Al-Mukarramah, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Minggu (25/4/2021).

Ia mengatakan, sangat penting bagi seorang mukmin bisa menuju surga bersama para mukmin lainnya. Artinya, di samping menjadi pribadi yang saleh, seorang muslim juga perlu memikirkan nasib saudara, keluarga, bahkan lingkungannya agar menjadi muslim yang baik sehingga bisa sama-sama masuk ke dalam surga.

“Kita agak egois jika hanya memikirkan diri sendiri, kita sudah salat, puasa, baca Al-Qur’an tanpa peduli terhadap urusan kaum muslimin lainnya, padahal Allah Swt memotivasi hambanya agar bisa bersama-sama menuju surga Allah Swt, makanya kita butuh kesalehan secara sosial,” katanya.

Farid menyebutkan, ada beberapa alasan mengapa orang mukmin perlu masuk surga bersama-sama agar bisa merasakan kenikmatan surga bersama-sama pula, sebagaimana halnya kenikmatan saat di dunia. Pertama, umat Islam berasal dari keturunan yang sama yakni dari Nabi Adam Siti Hawa. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah dalam QS Al-Hujurat ayat 13.

“Karena kita berasal dari satu keturunan, maka kita perlu masuk bersama-sama ke surga Allah Swt, itulah makna dari saling kenal mengenal,” ujarnya.

Kedua, surga milik Allah Swt sangat luas, seluas langit dan bumi. Surga memiliki kapasitas yang mampu menampung orang-orang yang dikehendaki-Nya.

“Jangan perlu takut dan risau akan kapasitas surga Allah, sebab surga-Nya Allah seluas langit dan bumi,” kata Farid mengutip penjelasan dari QS Ali Imran ayat 133.

Ketiga, semakin banyak orang yang melakukan amal saleh dan mengerjakan kebaikan berarti semakin berkurang orang yang berbuat kemaksiatan.

“Untuk itu, kita juga harus peduli pada orang lain dan mengajaknya kepada kebaikan, inilah makna saleh secara sosial serta amar ma’ruf nahi mungkar,” katanya.

Keempat, karena di akhir hidupnya nanti manusia hanya dihadapkan pada dua pilihan, yakni masuk surga atau neraka. Allah telah menyediakan surga dan neraka sebagai konsekuensi balasan atas segala amalannya selama di dunia.

Farid menambahkan, untuk masuk ke surga diperlukan teman yang saling mengingatkan karena manusia banyak lupa. Maka di bulan Ramadan ini Farid mengajak warga agar saling mengingatkan serta memohon ampun kepada Allah Swt.

“Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan karena iman dan penuh pengharapan akan diampunkan dosa-dosanya oleh Allah Swt, maka Allah akan menggugurkan dosanya,” tuturnya.[]