Pemerintah Aceh Kunjungi Rumah Duka Letkol Laut (E) Irfan Suri di Bogor

Kasubid Antar Lembaga dan Masyarakat, Cut Putri Alyanur saat mewakili Pemerintah Aceh berkunjung ke rumah duka Letkol Laut (E) Irfan Suri di Perumahan Bogor Nirwana Residen, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 April 2021. (Foto: Humas BPPA)

HARIANRAKYATACEH.COM – Pemerintah Aceh melakukan kunjungan ke Rumah Duka salah satu korban kapal selam KRI Nanggala 402, Letkol Laut (E) Irfan Suri, yang merupakan putra Aceh di Perumahan Bogor Nirwana Residen, Bogor, Jawa Barat, Selasa, 27 April 2021.

Kunjungan tersebut dalam rangka takziah dan silaturahmi dengan keluarga Almarhum Letkol Irfan Suri, yang dinyatakan gugur bersama 52 awak lainnya, setelah kapal selam KRI Nanggala-402 tenggelam dan terbelah tiga saat menggelar latihan di perairan Bali pada Rabu 21 April 2021 lalu.

“Kita baru selesai kunjungan takziah dan silaturrahmi ke rumah keluarga almarhum  selanjutnya begitu kita jumpa dengan istri dan ibu mertua almarhum kita sampaikan ucapan turut belangsungkawa dan titipan salam dari bapak Gubernur Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT,” ujar Kepala BPPA melalui Kasubid Antar Lembaga dan Masyarakat BPPA, Ir Cut Putri Alyanur.

Letkol Laut (E) Irfan Suri meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak yang masih kecil, yang pertama perempuan kelas 1 SMP, yang kedua laki-laki berumur 7 tahun, dan yang bungsu masih berumur 2,5 tahun.

Cut Putri menyampaikan, Pemerintah Aceh terbuka bagi keluarga Almarhum Letkol Irfan Suri jika memerlukan bantuan.

“Selanjutnya kami juga menitipkan pesan kepada istri dan ibu mertua almarhum. Apabila ada membutuhkan pertolongan daripada Badan Penghubung Pemerintah Aceh di  Jakarta, silakan menghubungi kontak person di 0852-9612-1641,” ujar Cut Putri.

Selain silaturahmi dan takziah, Pemerintah Aceh juga menyalurkan bantuan kepada keluarga Almarhum, sebagai bentuk solidaritas dari Pemerintah Aceh.

Kunjungan tersebut juga menerapkan protokol kesehatan mengingat masih dalam suasana covid-19.

Perwira TNI AL, Letkol Laut (E) lahir di Samalanga, Kabupaten Bireuen, 4 Januari 1981. Anak keenam dari tujuh bersaudara pasangan M Hasan Yacob dan Rohani (Alm). Keinginan Irfan mejadi prajurit TNI sudah tertanam sejak dia di bangku SD. Cita-cita itu mendapat dukungan pula dari abangnya, Muhammad Arifah yang juga anggota TNI berpangkat Letkol.

Sejak lulus Akademi Militer pada tahun 1996, Irfan langsung mengabdi di angkatan laut, terkhusus di departemen elektronika.

Alumni SMA Modal Bangsa ini juga pernah meraih penghargaan Satya Lencana Kesetiaan gang diberikan kepada prajurit yang telah mengabdi selama 16 tahun lamanya.(RAO)