IPHI Aceh Santuni Yatim dan Dhuafa

HARIANRAKYATACEH.COM – Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Wilayah Aceh menggelar kegiatan “Gema Ramadhan 1422 H” dengan menyantuni anak yatim piatu dan dhuafa yang ada di kawasan Banda Aceh dan sekitarnya. Kegiatan tersebut berlangsung Ahad (2/5) bertempat di kantor sekretariat IPHI Aceh di Jl. Tgk Chik Kuta Karang, Kuta Alam, Banda Aceh.

Ketua Panitia kegiatan Dr Hj. Dzarnisa Araby Ahmad dalam laporannya menyebutkan bahwa santunan tersebut diberikan untuk 150 yatim dan dhuafa. Namun, mengingat situasi pandemik Covid-19, penyerahan dilakukan secara simbolis dengan menghadirkan sepertiga dari penerima santunan tersebut. Dzarniza menuturkan bahwa para donatur yang terdiri dari unsur pengurus IPHI Aceh sangat antusias dalam mengumpulkan infaq terbaik mereka, yang diharapkan dapat membantu meringankan para yatim dan dhuafa tersebut khususnya jelang Idul Fitri 1422 hijriah.

Sementara itu Ketua IPHI Wilayah Aceh, Dr H Bustami Usman, SH, M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa tahun ini karena ada larangan kerumunan maka acara berbuka puasa bersama ditiadakan dan diganti fengan kegiatan Gema Ramadhan dalam bentuk Pedulian yatim dan dhuafa.

Tak lupa, Bustami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh donatur yang telah berpartipasi dalam kegiatan tersebut.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmad dan bernuansa kekeluargaan itu juga turut diisi dengan tausyiah yang disampaikan oleh Tgk. H Azhar Abdullah, S.Ag, MA, dari Kemenag Aceh yang juga anggota IPHI Aceh. Tgk Azhar dalam tausyiahnya mengupas pentingnya berbagi dengan sesama, terutama fakir miskin dan yatim piatu. “Rasulullah SAW bersabda bahwa orang-orang yang memperhatikan anak yatim dan fakir miskin akan bersama Rasulullah di syurga nanti,” pungkas Tgk Azhar mengutip hadits Riwayat At-Turmudzi.

“Meskipun di tengah kondisi Covid-19, kegiatan seperti ini janganlah sampai hilang, karena tujuannya sangat mulia, yakni peduli terhadap sesama terutama anak-anak yatim dan fakir miskin. Konon lagi di bulan suci Ramadhan seperti saat ini.,” ujar Dr Ir H Basri A. Bakar, MSi Sekretaris IPHI Aceh.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, dimana setiap peserta diwajibkan menggunakan masker dan mencuci tangan. (RAO)