Kuras Anggaran Rp 2,2 Miliar Toko Pasar Trienggadeng Belum Rampung

Kuras Anggaran Rp 2,2 Miliar Toko Pasar Trienggadeng Belum Rampung

HARIANRAKYATACEH.COM – Sejumlah ruko milik Pemkab Pidie Jaya di Pasar Trienggadeng yang dibangun kembali Disperindagkop Propinsi Aceh tahun 2018 lalu hinggi tak kunjung rampung. Sehingga bangunan yang telah menelan anggaran Rp 2,2 miliar itu tak dapat difungsikan.

Toko yang dibangun di atas tanah milik Pemkab Pidie Jaya, dibangun tahun 2018 lalu hanya rampung dibangun 83 persen dari nilai kontrak. Kondisi pertokoan tersebut kini sangat memprihatikan dan mengkhawatirkan. Sebab dinding batu yang belum diplaster di lantai atas sewaktu-waktu jatuh menimpa warga.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Pidie Jaya, M Nasir, Selasa (4/5) mengatakan, karena pembangunan belum selesai, toko tersebut tidak difungsikan atau tidak disewakan. “Bangunannya belum siap, jadi kita tidak menyewakan, sehingga tidak ada PAD dari bangunan tersebut,” kata M Nasir.

Kata dia, meski tidak disewakan dan dipungut PAD, ada beberapa pedagang yang menepati dan berjualan di toko tersebut, tapi biaya sewanya tidak dipungut. “Sebenarnya kita melarang menepati karena belum selesai, kita khawatirkan akan terjadi yang tidak diharapkan, tapi ada beberapa pedagang tetap menepati,” ujarnya.

Pihaknya (Desperindagkop) sudah melaporkan kondisi bangunan yang belum bisa difungsikan tersebut ke provinsi dan pihak provinsi sudah melakukan peninjauan. Dan usai lebaran akan kembali dicek kondisi bangunan.

Pihaknya lanjut dia, menunggu turunnya tim dari provinsi dan menunggu rekomendasi untuk tindak lanjut bangunan tersebut hingga selesai pembangunannya dan dapat difungsikan. “Sebelum dibangun bangunan toko oleh pemerintah provinsi, diatas tanah milik Pemkab Pidie Jaya tersebut dibangun toko milik masyarakat, dan mereka (masyarakat) menyewa tanah dari Pemkab,” tukas dia. (san/bai)