Perkara Pemerkosaan Gangrape, Tiga Terdakwa Bawah Umur Divonis Bersalah

Ilustrasi - Pelecehan seksual. ANTARA/Shuterstock/pri.

HARIANRAKYATACEH.COM – Majelis Hakim Mahkamah Syariah Langsa vonis 3 terdakwa bawah umur bersalah dan 1 terdakwa bawah umur bebas terkait perkara pemerkosaan gangrape (sekelompok orang-red) terhadap seorang gadis bawah umur.

Sementara 5 terdakwa kategori dewasa dari 9 terdakwa lainnya masih menunggu jadwal persidangan.

“Alhamdulillah, untuk tahap awal peradilan anak pelaku kejahatan terkait perkara perkosaan gangrape melibatkan 9 orang pelaku sudah tuntas di Mahkamah Syariah Langsa. Dimana 4 terdakwa anak bawah umur yang menjalani persidangan terpisah, 3 orang diantaranya di vonis bersalah dan 1 orang bebas,” demikian disampaikan pendamping pelaku anak dari UPTD Perlindungan Perempuan Anak (PPA) Dinas P3AP2KB Kota Langsa, Sherly Maidelina kepada Rakyat Aceh, Selasa (4/5).

Sherly menerangkan, dari 4 terdakwa bawah umur yang menjalani persidangan perkara perkosaan gangrape, majelis hakim menjatuhkan vonis 2 terdakwa terbukti ikut serta melakukan jarimah pemerkosaan dan dihukum 36 bulan penjara untuk MV (15) serta 40 bulan penjara untuk NS (17).

Lanjutnya, sementara satu orang yang tidak melakukan jarimah namun sah bersalah membantu terjadinya jarimah berinisial MRA (16) dihukum dengan 40 bulan penjara. Sedangkan satu orang terdakwa lainnya berinisial NH (16) yang terbukti tidak ikut serta dalam perbuatan jarimah, dibebaskan dari segala tuntutan.

Tambahnya, 3 terdakwa anak yang divonis penjara tersebut, selanjutnya akan menjalani masa hukuman di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), agar tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak dan diharapkan dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi setelah menjalani hukuman.

“Dalam pendampingan ini, kita memastikan agar pelaku anak meski dihukum, tetap mendapat haknya sebagai anak seperti pendidikan baik formal, informal maupun nonformal. Semoga ini juga jadi pembelajaran bagi orang tua agar lebih peduli terhadap perkembangan keseharian anak,” demikian ungkap Sherly.

Sebagaimana pemberitaan media ini sebelumnya, bahwa pada Selasa, 16 Maret 2021 lalu, sekira pukul 20.30 Wib, di sebuah rumah kosong Kawasan Gampong Blang Seunibong, Kecamatan Langsa Kota. Sebanyak 9 orang remaja (4 anak 5 dewasa) melakukan tindakan perkosaan (gangrape) terhadap satu orang gadis bawah umur.

Buntut dari perbuatan tersebut, 9 terdangka akhirnya diseret ke meja hijau Mahkamah Syariah Langsa. 4 pelaku telah tuntas dengan persidangan anak dan 5 pelaku lainnya yang diketagorikan dewasa masih menunggu jadwal persidangan. (dai/min)