Lima Kios Milik Desa di Meurahdua Terbakar

Petugas dan polisi berusaha memadamkan kebakarab lima kios di Gampong Meunasah Kulam, Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya, Kamis (6/5). ABDULLAH GANI/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Lima pintu kios milik desa di Gampong Meunasah Kulam, Kecamatan Meurahdua, Pidie Jaya, Kamis (6/5) pagi terbakar, diduga akibat konsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, sementara besarnya kerugian yang dialami belum diketahui secara pasti. Kini pedagang kehilangan tempat usaha.

Data yang dihimpun Rakyat Aceh di lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.15 WIB sangat mengejutkan warga. Api pertama kali terlihat oleh salah seorang pedagang yang menempati salah satu ujung deretan kios dimaksud. Disebutkan, melihat percikan api di kiosnya dan dengan cepat menyambar barang, pedagang tadi terkejut dan spontan memekik untuk meminta tolong.

Sejumlah warga yang kala itu sedang mangkal di sebuah balai persis di ujung kios bergegas turun memberi pertolongan. Dengan berbekal peralatan seadanya, lalu warga yang terus berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP), mengambil air dari sebuah saluran tak jauh dari lokasi musibah untuk menyirami bangunan yang sedang dilalap si jago merah.

Sekitar setengah jam kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Pemkab setempat pun tiba di lokasi untuk memberi pertolongan.
Menurut Sekdes Meunasah Kulam, Zulkifli, api pertama kali muncul adalah di kios paling ujung yang disewa Zainal Abidin (dua pintu) menjual barang kelontong. Dari sini dengan cepat menjalar ke kios yang disewa Masykur juga jualan kelontong. Satu pintu usaha pangkas disewa M Nasir juga bernasib sama. Sedangkan satu lagi dijadikan sebagai Kantor Keuchik desa setempat.

Akhirnya dalam waktu kurang lebih satu jam, lanjut Zulkifli, api berhasil dipadamkan dan semua barang dalam lima pintu kios ukuran 4 x 20 meter (termasuk peralatan dalam kantor keuchik) musnah dilalap si jago merah. Pasca kebakaran, para pedagang berusaha mengumpulkan barang-barang yang tersisa mungkin dapat dipergunakan lagi. “Kulkas ini sebagiannya terbakar, tapi kita ambil juga mungkin bisa diperbaiki,” sebut Zainal Abidin, salah seorang pedagang dengan kondisi tubuh tampak kelelahan. (mag87/bai)