Polisi Indentifikasi Ada Empat Titik ‘Jalan Tikus’ Keluar Masuk Aceh Tamiang

Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan dan Dandim 0117/Atam Letkol Cpn Yusuf Adi Puruhita saat menjawab pertanyaan wartawan seputar informasi penyekatan larangan mudik di pos perbatasan Aceh-Sumut, Kamis (6/5). DEDE/RAKYAT ACEH
HARIANRAKYATACEH.COM – Kapolres Aceh Tamiang AKBP Ari Lasta Irawan menyebutkan, selain melakukan penyekatan jalan nasional di pos perbatasan Aceh-Sumatera Utara, polisi juga menjaga jalur tikus yang sering digunakan masyarakat keluar masuk Aceh termasuk bisa untuk jalan alternatif mudik.
“Kemarin sudah kita identifikasi ada sekitar empat titik ‘jalan tikus’, sudah kita bikinkan portal juga di situ,” sebut Ari Lasta Irawan saat memantau pengendalian transportasi hari pertama larangan mudik di pos perbatasan Aceh-Sumatera Utara, kawasan Jembatan Timbang Seumadam, Aceh Tamiang, Kamis (6/5). 
Diketahui empat jalan tikus yang bisa tembus ke Kabupaten Langkat  Sumatera Utara tersebut tersebar di wilayah Tenggulun, Kejuruan Muda, Rantau dan Seruway. Dikatakan Ari Lasta, penjagaan di jalan tikus merupakan tugas para Kapolsek dengan melibatkan petugas gabungan termasuk perangkat desa.
“Jadi nanti yang menjaga jalur itu Bhabinkamtibmas, Babinsa dan unsur masyarakat setempat,” ujarnya.
Sementara menurut Kapolres sebanyak 86 personel gabungan dikerahkan untuk menjaga pos penyekatan larangan mudik di perbatasan Aceh-Sumut, di Kabupaten Aceh Tamiang. Personel dibagi dalam tiga sift akan melaksanakan tugas 12 jam dalam satu hari.
“Sehingga kalau dibagi tiga ada 30 personel gabungan Polri, TNI dan instansi terkait berada di pos perbatasan melakukan penyekatan selama 24 jam,” kata dia.
Saat ini pihaknya masih melihat situasi dan meramu teknik yang paling efektif dan efisien untuk penyekatan di pos perbatasan. Pemeriksaan kendaraan ini berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 tahun 2021 tentang pengendalian transportasi selama masa Idul Fitri 1442 Hijriah/2021 dalam rangka pencegahan penyebaran COVID-19.
“Seluruh kendaraan bermotor yang melintas pos perbatasan termasuk pejalan kaki tetap akan dicek,” pungkas Ari Lasta. (mag-86)