Tinjau Posko Perbatasan Aceh-Sumut, Ini Kata Kapolda Aceh

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada didampingi Bupati Aceh Tamiang Mursil member keterangan pers usai meninjau aktivitas posko penyekatan di perbatsan Aceh-Sumatera Utara, di Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (8/5). DEDE/RAKYATACEH.COM

HARIANRAKYATACEH.COM – Sebelum lebaran tahun lalu Aceh masih zona hijau semua wilayah, setelah lebaran mulai merangkak menjadi kuning bahkan sempat zona merah. Walaupun akhirnya turun lagi, tapi tren kenaikan Covid-19 itu sekarang hampir sama.

Hal itu dikatakan Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada saat melakukan peninjauan posko penyekatan di perbatasan Aceh dan Sumatera Utara, di Aceh Tamiang, Sabtu (8/5/2021).

Kapolda Aceh tiba di Aceh Tamiang sekitar pukul 09.00 WIB didampingi sejumlah perwira menengah, Kapolres Aceh Tamiang, AKBP Ari Lasta Irawan, Bupati Mursil dan Ketua DPRK Suprianto.

Wahyu Widada menyebutkan, berdasarkan pengalaman tahun lalu ketika ada libur panjang selalu tren Covid-19 mengalami kenaikan.

Kapolda Aceh Irjen Pol Wahyu Widada saat melihat fasilitas mobil Ambulans di posko penyekatan perbatsan Aceh dan Sumatera Utara, di Aceh Tamiang, Sabtu (8/5/2021). DEDE/RAKYATACEH.COM

“Kenapa sekarang dilakukan larangan mudik, itu berdasarkan pengalaman tahun lalu. Tahun lalu Aceh juga sama seperti sekarang,” ungkap Wahyu Widada.

Kapolda membeberkan, bila dilihat dari laporan setiap hari kasus Covid-19 di Aceh, dalam satu hari angkanya bisa naik 129-141 orang positif. Artinya trennya kelihatan naik, bahkan dari bulan April-Mei 2021 tingkat persentase kenaikannya mencapai 181 persen.

“Ini bukan jumlah yang main-main. Ini yang harus kita sadari bersama. Kuncinya adalah batasi mobilitas, karena semakin orang tidak bergerak virus ini juga akan diam,” saran Kapolda Aceh.

Wahyu Widada mengingatkan yang berbahaya adalah orang tanpa gejala (OTG), karena dia tidak menyadari bahwa dirinya kena virus. Kalau OTG bertemu terus menularkan kepada orang yang memiliki riwayat penyakit ini bisa berakibat fatal.

“OTG dia merasa sehat, tapi di dalam tubuhnya membawa virus. Karena virus inikan sebenarnya diam, yang bawak jalan-jalan viruskan kita-kita,” ujarnya.

Namun demikian Jenderal bintang dua ini mengapresiasi petugas di posko pengamanan lebaran Idulfitri 1442 H maupun pos penyekatan di perbatasan yang sudah melaksanakan tugasnya dengan baik. Para petugas gabungan sudah melaksanakan penyekatan-penyekatan terhadap kendaraan yang masuk dan keluar Aceh.

“Hingga hari ke tiga penyekatan sudah ada 189 kendaraan yang diputar balikan,” ungkap Wahyu.

Selain itu Kapolda Aceh melihat langsung dari segi fasilitas perlengkapan dan peralatan di pos penyekatan dinilai sudah memadai.

“Dengan adanya dukungan dari TNI dan pemda setempat sehingga pos perbatasan betul-betul diharapkan bisa mencegah penyebaran virus corona. Petugas medis juga akan melakukan swab antigen yang dilaksanakan secara acak nantinya,” sebut Kapolda.

Menurut Wahyu Widada, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13/2021, fase penyekatan ini dibagi tiga tahap, yaitu tanggal 22 April-5 Mei 2021 itu tahap pra mudik dilakukan pengetatan, tanggal 6-17 Mei itu larangan mudik, setelah itu 17-24 Mei ada pengetatan lagi.

“Kemungkinan kita akan pertahankan posko ini meski tidak melakukan aktivitas seperti sekarang, tapi melaksanakan tes swab antigen acak, karena dikhawatirkan pasca penyekatan akan ada lonjakan mobilitas orang. Jadi tujuan pemerintah itu tidak ada lain untuk menyelamatkan masyarakat,” imbuh Irjen Wahyu Widada. (mag-86)