Respon Terhadap Imbauan Bupati, Panglima LPI: Demi Allah Akan Turunkan Massa untuk Takbiran

Panglima LPI Bireuen, Iskandar alias Tuih. FOR RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Terkait instruksi Bupati Bireuen tentang pelarangan takbiran keliling dengan menggunakan kendaraan pada malam hari raya Idul Fitri 1442 H, mendapat kritikan dari Laskar Persaudaraan Islam (LPI) Kabupaten Bireuen. Pihaknya menolak imbuan tersebut, mengingat takbir keliling merupakan syiar umat Islam.

“Saya mengecam keras terhadap surat imbauan dari Pemkab Bireuen yang meniadakan takbiran keliling pada malam lebaran. Padahal, setiap malam hari raya sering kita lalukan takbiran keliling bersama. Jangan gara-gara virus corona, syiar-syiar islam ditiadakan,” tegas Panglima LPI, Iskandar, Minggu (9/5).

Menurutnya, harus ada keadilan, jika takbiran keliling ditiadakan maka tempat keramaian lainnya juga musti ditindak. Katanya, banyak warga bebas berkeliaran di malam lebaran, tanpa melakukan takbiran keliling.

Bahkan tempat perbelanjaan seperti Mall tetap dibuka dan tidak ada pelarangan yang tegas dari Bupati, padahal jelas-jalas tempat seperti itu mengundang keramaian.

“Kalau memang pawai takbiran keliling dilarang, maka Pemerintah Bireuen juga harus melarang semua masyarakat Bireuen agar tidak keluar jalan-jalan pada malam lebaran dan pusat perbelanjaan harus ditutup. Jangan cuma melarang pawai takbiran keliling saja,” kecamnya.

Ia mengaku, banyak santri dan masyarakat Bireuen menginginkan pawai takbiran guna merayakan hari kemenangan. Masyarakat juga bisa menjaga diri terhadap bahaya corona dengan mengedepankan prokes saat mengikuti pawai takbiran.

Iskandar mengajak kepada seluruh umat Islam khususnya warga Bireuen agar tetap melakukan takbiran keliling di malam lebaran dan tetap mematuhi prokes. Dengan harapan, semoga dengan memeriahkan takbiran Allah Swt, dapat dijauhi dari segala penyakit khususnya virus corona.

“Demi Allah saya berjanji, di malam lebaran tetap menurunkan massa untuk melakukan pawai takbiran keliling di Bireuen. Walaupun banyak resiko yang akan dihadapi, bahkan siap mempertaruhkan nyawa demi membesarkan keagungan dan menyiarkan simbol-simbol Islam,” janji Tuih. (akh/icm)