TNI Kecam Tindakan Debt Collector yang Cegah Anggotanya Tolong Warga

Tangkapan layar video viral di media sosial dengan narasi mobil anggota TNI AD dikerubuti oleh sekelompok mata elang di Koja, Jakarta Utara, Kamis (6/5/2021). (ANTARA/ HO-Instagram)

HARIANRAKYATACEH.COM – Serda Nurhadi Anggota Babinsa Semper Timur II/O5 Kodim Jakarta Utara 0502, menolong warga yang sedang dikepung oleh debt collector saat hendak menuju rumah sakit. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (6/5) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapendam Jaya Kolonel Arh Herwin BS menyampaikan, Serda Nurhadi saat berada di kantor Kelurahan Semper Timur adanya laporan dari anggota PPSU/Satpol PP melihat ada kendaraan yang didatangi sejumlah orang. Hal ini sehingga menyebabkan kemacetan.

“Di dalam mobil tersebut ada anak kecil dan seorang yang sakit, sehingga anggota Babinsa berinisiatif untuk membantu dan mengambil alih sopir mobil untuk mengantar ke rumah sakit melalui jalan Tol Koja Barat. Namun di kerubuti oleh beberapa orang debt collector,” kata Herwin dalam keterangannya, Minggu (9/5).

“Karena kondisi kurang bagus, maka Serda Nurhadi membawa mobil tersebut ke Polres Jakarta Utara dengan diikuti oleh beberapa orang debt collector,” sambungnya.

Serda Nurhadi sebagai Babinsa terpanggil untuk membantu warga yang sedang sakit untuk di bawa ke rumah sakit. Tetapi Serda Nurhadi tidak mengetahui kondisi mobil tersebut bermasalah.

Meski demikian, TNI AD khususnya Kodam Jaya tidak mentolerir atas perlakuan dari pihak debt collector yang secara arogan, untuk mengambil paksa kendaraan yang dikemudikan oleh Serda Nurhadi yang menjalankan tugasnya sebagai Babinsa. Karena akan menolong warga yang sedang sakit dan memerlukan pertolongan untuk dirawat di Rumah Sakit.

Mengambil kendaraan bermotor secara paksa dapat dijerat atau dikenakan pasal 365 KUHAP. Pasal tersebut tentang pencurian dengan kekerasan, sebagai pemberatan dari pasal pencurian biasa.

“Permasalahan ini telah ditangani oleh Pihak Polres Jakarta Utara dan Kodim 0502/Jakut,” tegas Herwin.

Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan menyatakan, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dari video yang viral di media sosial itu.

“Sudah dalam penanganan anggota kami,” ucap Guruh.

Menurut Guruh, korban saat ini sudah membuat laporan di Polres Metro Jakarta Utara. “Sekarang masih dalam pemeriksaan, laporan polisi sudah masuk tadi sore,” pungkas dia.