Dokter Ahli RSUDZA Komit Wujudkan Perubahan Pelayanan

Sekda Aceh, dr. Taqwallah, M. Kes memberikan arahan pada presentasi lembar kerja KSM RSUDZA dan pada 7 pejabat Struktural Pemerintah Aceh, di Ruang Rapat Sekda Aceh, Minggu (9/5). HUMAS PEMERINTAH ACEH

BANDA ACEH (RA) – Para dokter spesialis di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) menyatakan komitmennya untuk melakukan perubahan dalam memberi pelayanan kesehatan kepada pasien.

 

Komitmen itu dideklarasi dan ditandatangani di hadapan Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, saat menerima Surat Keputusan (SK) Gubernur untuk dokter ahli non Pemda RSUDZA Tahun 2021, di Kantor Gubernur Aceh, Minggu (9/5).

 

“Dengan ini saya menyatakan apabila diberi kesempatan untuk diterima, saya akan mengikuti seluruh ketentuan yang diberlakukan Pemerintah Aceh pada RSUDZA,” kata dr. Bahktiar, dokter spesialis anak, dalam kesempatan presentasinya.

 

Sebelum menerima SK kerja, para dokter spesialis itu terlebih dulu mempresentasikan tugasnya selama ini di RSUDZA serta mendeklarasikan komitmen melakukan perubahan.

 

Dalam kesempatan tersebut, mereka diantaranya mempresentasikan tugas dan jadwal kerja selama ini. Mereka juga diminta untuk memaparkan upaya pribadi sebagai dokter dalam mencegah tujuh hal yang menjadi permasalahan dan keluhan pasien selama ini.

 

Ketujuh hal tersebut meliputi, obat dan alat kesehatan dari iuran BPJS Kesehatan, keterlambatan kehadiran kerja dokter spesialis, tindakan tertunda, perawatan tidak jelas hari, hubungan teman sejawat yang rapuh, antrian yang panjang dan bosan, serta tindakan mengejar jasa medis.

 

Sekretaris Daerah Aceh, Taqwallah, dalam arahannya menyampaikan, setiap dokter spesialis memiliki tanggungjawab dan amanah untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya adalah kehadiran dan kesiapan dokter di rumah sakit saat pasien datang berobat. “Masyarakat datang ke rumah sakit tujuannya untuk berobat khusus dengan dokter spesialis, kalau hanya bertemu dokter umum itu bisa di puskesmas,” ujar Sekda mengingatkan salah satu keluhan yang acap dilaporkan masyarakat. “Pelayanan di Poliklinik harus langsung oleh dokter spesialis, tidak ada lagi pasien yang hanya hanya ditangani oleh Resident,” ujar Taqwallah melanjutkan.

 

Taqwallah juga mengingatakan, agar setiap harinya dokter tidak lalai dengan kegiatan lain di luar tanggungjawab sebagai dokter, hingga terlambat dan pasien menunggu pelayanan terlalu lama.

 

Untuk itu, Taqwallah meminta Kepala Kelompok Staf Medik (KSM), untuk memberi keteladanan bagi anggotanya serta selalu mengingatkan agar tidak abai terhadap kelalaian dan kesalahan dokter spesialis selama  ini.

 

Sekda juga menyoroti kondisi fisik ruangan dokter spesialis yang terlihat tidak terawat, seperti keadaan atap ruangan yang bolong. Begitupun dengan alat kesehatan yang mulai uzur karena tidak terawat. Oleh sebab itu, ia meminta hal-hal seperti itu dapat segera diperbaiki. “Berikan semua kemampuan yang ada dalam kendali kita, agar pasien menerima pelayanan terbaik,” kata Taqwallah.

 

Selain itu, keakraban dan komunikasi saat melayani pasien juga perlu dibangun. Begitupun solidaritas antar sesama dokter spesialis, harus terbangun rasa kebersamaan, saling mengisi dan saling menjaga. (ril/ra)

 

 

 

.