DPR Minta Kemenlu Protes ke PBB Soal Serangan Israel ke Palestina

BANYAK DIKECAM: Aparat Israel bentrok dengan demonstran Palestina di kompleks Masjidilaqsa Jerusalem (7/5). (AHMAD GHARRABLI/AFP)

HARIANRAKYATACEH.COM – Wakil Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengutuk keras serangan militer Israel yang kembali digencarkan ke Masjid Al Aqsa dan Jalur Gaza, Palestina sejak 10 hari terakhir Ramadan ini.

“Saya sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR mengutuk kebiadaban, kekejaman negara apartheid Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat serta penodaan kesucian bulan Ramadhan dan Masjid Al Aqsa kiblat pertama Umat Islam” ujarnya kepada wartawan, Selasa (11/5).

Menurut Kharis segala tindakan kebiadaban Israel tidak dibenarkan sama sekali. Sedikitnya banyak warga Palestina diberitakan terluka setelah aksi brutal polisi Israel tersebut.

Kharis meminta agar Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Indonesia mengajukan protes ke PBB terkait langkah militer Israel tersebut. Meminta agar PBB melindungi masyarakat di Palestina.

“Indonesia bisa mengirimkan nota protes ke PBB sebagai negara anggota PBB dan juga anggota tidak tetap Dewan Keamanan dengan mayoritas umat Islam, kita minta PBB agar melindungi rakyat Palestina dari kesewenangan rezim penjajah tersebut,” ungkapnya.

“Kalau perlu PBB mengirim pasukan perdamaian ke sana karena resolusi PBB itu memungkinkan agar tidak muncul kembali upaya Zionis membunuhi Rakyat Palestina,” tambahnya.

Legislator PKS ini juga meminta agar pemerintah melakukan penggalangan dana bantuan untuk meringankan beban korban serangan Israel dan mengimbau masyarakat Indonesia untuk memberi bantuan material dan spiritual kepada korban serangan Israel ini melalui lembaga resmi.

“Di samping amanah konstitusi memperjuangkan kemerdekaan Palestina, perlu langkah bersama menggalang solidaritas dan sebagai rakyat Indonesia kita harus membantu meringankan dan dengan segala daya upaya kita untuk menolong rakyat Palestina,” pungkasnya.

Diketahui, kerusuhan yang pecah di Masjid Al Aqsa, Jumat (7/5) malam merupakan buntut dari upaya Israel mengusir warga Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur.

Sedikitnya 200 warga Palestina dilaporkan terluka akibat aksi kekerasan yang dilakukan Polisi Israel di Masjid Al Aqsa pada Jumat (7/5) malam.

Ketegangan meningkat di kota itu sepanjang bulan suci Ramadan, di tengah meningkatnya kemarahan atas potensi pengusiran warga Palestina dari rumah-rumah mereka di Yerusalem tanah yang diklaim oleh pemukim Yahudi.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono