Azan Magrib Berkumandang Remaja Tetap Santai Ditempat Umum

Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – Kepala Dinas Syariat Islam, H Tarmizi dan Kepala Kantor Satpol PP/WH Kabupaten Pidie menyebutkan dua tahun belakangan ini, tidak ada lagi penertiban terhadap masyarakat menyangkut bebas bersantai saat menjelang salat Magrib.

“Kondisi ini, sempat menjadi perbincangan hangat tokoh masyarakat terhadap tindak tanduk dan sikap kaum remaja yang berkeliaran bebas dan duduk santai di depan umum disaat azan magrib,” sebut Tarmizi, Senin (17/5) siang.

Katanya, kondisi tersebut sudah berlangsung dua tahun, tapi pihaknya tidak mampu membentuk tim pencegahannya ataupun melakukan sosialisasi ke masyarakat luas karena terbentur dana.

Disebutnya, begitu dirinya dimutasi ke Dinas Syariat Islam oleh pak Bupati Pidie, langsung membuat rapat staf menyangkut masalah tersebut. Dimana, dirinya memperoleh keterangan keterbatasan dana operasional membuat program pencegahan tersebut tidak bisa berjalan.

“Kita membutuhkan dana operasi di lapangan, karena harus melibatkan tim yang terdiri dari pasukan Satpol PP, anggota polisi dan anggota Koramil Kota Sigli,” sebut Tarmizi.
Sementara itu, Kepala Satpol PP/WH Pidie, Fahrizal AP, saat ditanyai kebebasan remaja bersantai dan bersenda gurau meski sudah azan magrib mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk membubarkan kondisi buruk itu.

Begitupun, sebutnya anggotanya bersama polisi sering membubarkan masa remaja untuk tidak berkumpul ramai dipinggir jalan saat azan magrib tidak elok dipandang orang.
Diakui Fahrizal, dua tahun belakangan ini masalah penertiban sangat kurang atau tidak sama sekali. “Kita ini, hanya leading operasional dan siap membantu jika diminta dinas terkait dengan tugas penertiban,”sebutnya.

Pengamatan media ini, sejak malam takbiran hingga memasuki hari ke lima Lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah, Kota Sigli sejak sore hingga malam hari dipadati masyarakat yang datang dari berbagai pelosok kecamatan, bahkan sebagian besar kaula muda bebas menongkrong disejumlah tempat meski azan magrib berkumandang.

Panggilan salat, sepertinya dilewati saja oleh kaum remaja meski daerah Aceh dikenal sebagai bumi Syariat Islam yang sangat kokoh dimata penduduk luar dari Provinsi Aceh.
Kondisi memprihatinkan ini, sepertinya tidak menjadi masalah bagi kaum muda, baik laki laki dan remaja perempuan, meski sebagian besar masyarakat mengingatkan mereka azan mahgrib agar membubarkan diri.

“Kita sudah mengingatkan mereka agar membubarkan diri dan tidak duduk berkerumun dipinggir jalan negara, tapi tidak dihiraukan,” sebut para tokoh masyarakat di kawasan Gampong Keuniree, kepada media ini, Sabtu (15/5 ) sore.

Pantauan media ini, sejak pertama lebaran Idhul Fitri tidak hanya di kawasan Gampong Keunire, tapi juga dikawasan Pantai Pelangi Kora Sigli, tepatnya di depan Pendopo Pidie, warga berbagai kalangan usia tetap duduk berkerumun meskipun suara azan Magrib sudah berkumandang.

Menurut pengakuan para pedagang di depan Pendopo Pidie tersebut, kebanyakan warga yang duduk bersantai tersebut adalah warga pendatang dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pidie. (mag85/bai)