Lima Kali Sidang, Tumbang Gugatan Oknum dan Mantan Anggota Dewan

Kajari Simeulue R. Harry Wibowo, SH, MH

HARIANRAKYATACEH.COM  – ‎Setelah menjalani sidang sebanyak 5 kali dan mediasi 4 kali, gugatan secara pribadi dari 13 orang oknum anggota dewan aktif dan mantan anggota dewan, dinyatakan kalah hasil sidang dan putusan yang diumumkan PN Sinabang, Rabu (19/5).

Sebelumnya gugatan pribadi belasan oknum anggota dewan aktif dan mantan anggota dewan itu, masih terkait persoalan kasus anggaran SPPD wakil rakyat yang sedang dalam proses Kejaksaan Negeri Simeulue, dan gugatan tersebut telah didaftarkan ke PN Sinabang sekitar 4 bulan lalu.

 Gugatan yang didaftar pribadi oknum wakil rakyat yang masih aktif dan mantan wakil rakyat dengan ‎tergugat, yakni Bupati Simeulue selaku tergugat satu. Inspektorat tergugat dua. ‎Ridwan Amd (bendahara Setwan) tergugat tiga, Astamudin selaku sekwan. Tergugat lima yakni BPK RI dan terakhir untuk tergugat enam yakni  Kejaksaan Agung RI cq Kajari Simeulue.‎

‎Sedangkan ke 13 orang para penggugat anggota dewan aktif dan mantan dewan yang kalah hasil putusan sidang, Rabu (19/5), sebanyak 6 orang anggota dewan aktif, Ihya Ulumuddin,  Poni Harjo, Hamsipar, Rosnidar Mahlil, Sunardi, Sardinsyah dan Irawan Rudono. Sedangkan sisanya mantan anggota dewan, yakni Murniati, Ikhsan, Hasdian Yasin Sarmadia, Nadirsyah, Abdul Razaq dan Taufik.‎

‎Inti gugatan yang dialamatkan khusus kepada pihak Kejagung RI cq Kejaksaan Simeulue, dengan gugatan yakni memerintahkan tergugat enam, agar membatalkan atau setidak-tidaknya atau menarik kambali Sprintlidik nomor: Printlid-02/L-1.23/Fd.1/09/2020 tanggal 16 September 2020 dan atau Sprintdik nomor: PRINTDIK-03/L.1.23/Fd.1/10/2020 tanggal 6 Oktober 2020.

Terkait putusan Pengadilan Negeri Sinabang tersebut dijelaskan Kepala Kejaksaan Negeri Simeulue, R. Harry Wibowo, SH, MH didampingi Kasi Intel Muhasnan, Kasi Pidsus Dede Darmadi dan Jaksa Pengacara Negara, Abrian Rahmat kepada sejumlah wartawan termasuk harianrakyataceh.com di‎ Kantor Kejaksaan Negeri Simeulue, Rabu (19/5) sore.


“Dalam perkara gugatan ini, mediasi sebanyak 4 kali dan sidang secara ofline dan online sebanyak lima kali, dengan hasil putusan sidang hari ini telah diumumkan PN Sinabang, bahwa inti dari putusan pengadilan itu yakni menerima eksepsi para tergugat dan menolak gugatan penggugat. ‎Dan ‎Saya menghormati putusan dan tetap melanjutkan kasus SPDD pada Sekretariat DPRK simeulue”, tegasnya.‎

Sebelumnya kasus kelebihan anggaran SPPD oknum anggota  Dewan priode 2014-2019 dan 6 orang oknum dewan masih aktif duduk di kursi dewan priode 2019-2024, dan anggaran yang belum dikembalikan sebanyak Rp 1,2 miliar dari total Rp 2,7 miliar yang bersumber dari APBK Simeulue tahun anggaran 2019, mulai ditangani Kejaksaan Negeri Simeulue pada September 2020.

Gugatan pribadi wakil rakyat yang masih aktif dan mantan wakil rakyat yang kalah sidang tersebut, belum mendapat tanggapan dari Irwan Suharmi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Simeulue yang dihubungi berulangkali harianrakyataceh.com, Rabu (19/5).

Sementara Bupati Erli Hasyim yang dihubungi harianrakyataceh.com, Rabu (19/5). “Kita menghormati hasil putusan hukum dan tetap mendukung proses hukum”, katanya singkat. (ahi).