Dikopukmdag Banda Aceh : Pemindahan Pasar Peunayong untuk Keindahan

HARIANRAKYATACEH.COM – Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Dikopukmdag) Kota Banda Aceh, M. Nurdin, S.Sos memberi penjelasan terkait adanya penolakan sejumlah pedagan pasar Kartini yang akan direlokasi pada tanggal 24 Mei mendatang.

Nurdin menegaskan bahwa pemindahan pedagang di pasar Peunayong tidak ada kepentingan pejabat di situ, melainkan untuk memperindah kota Banda Aceh.

“Tidak ada kepentingan pejabat. Tidak ada itu. Jadi pasar yang ada di Peunayong semua ditutup dan dipindahkan kepasar Al-Mahirah. Itu keputusan dan kebijakan pemko dengan persetujuan forkopimda,” jelasnya kepada media ini, Kamis (20/5).

Terkait dengan ketersediaan kios dan lapak, Nurdin menerangkan, saat ini semua pedagang yang akan dipindahkan dengan daya tampung yang disediakan, maka sudah lebih. Terkait adanya keluhan pedagang pasar Kartini yang menilai lokasi pasar Al-Mahirah tidak strategis dan sepi pembeli, Nurdin menyebut, bahwa pemerintah melakukan relokasi untuk kepentingan bersama.

“Kalau dari mereka tidak sesuai itu menurut mereka, tapi menurut pemerintah dan pedagang lain tidak ada yang komplain. Jadi pasar Kartini itu salah satu pasar di Peunayong. Jadi banyak pedagang di situ. Tapi nyatanya banyak pedagang lain yang sudah melihat ke lokasi dan tidak ada yang komplain,” tuturnya.

Nurdin berujar, semua masukan pedagang juga selama ini telah ditampung oleh pihak pemko sesuai kebutuhan mereka. “Jadi pedagang beri masukan dan jangan melakukan aksi menolak. Intinya jalani aja dulu. Toh dalam perjalanan jika masukan itu baik, maka akan ditindaklajuti,” ujarnya.

Selain itu, terkait keinginan pedagang yang ingin bertemu dengan walikota Banda Aceh, menurut Nurdin sampai saat ini belum bulum bisa terpenuhi karena masih terjadi penolakan.

“Jadi mereka menyampaikan keinginan bertemu terkait penolakan, nah terkait penolakan, saya selaku dinas untuk melakukan relokasi, maka sulit pertemukan mereka dengan walikota. Tapi kalau mereka sudah setuju dan welcome, walikota sangat sepakat untuk bertemu dengan siapapun,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nurdin menjelaskan, setelah pedagang dipindahkan, nan-tinya pasar Peunayong akan dijadikan pusat perdagangan dan jasa dan menjadi daya dukung bagi kawasan wisata Banda Aceh. Selain itu nantinya juga kemungkinan akan dibangun pusat kuliner di pasar Kartini dan pasar yang lain.

“Intinya itu untuk memperindah kota, bukan yang lain. kalau pemerintah sudah membuat berarti tangungawab pemerintah memajukan kota tersebut,” sebutnya. (mar/Rif)