COVID-19 Meningkat, Ketua Komisi V DPRA : Ruang Pinere Harus Diperluas

HARIANRAKYATACEH.COM – Dalam beberapa hari terakhir, kasus COVID-19 di Tanah Rencong mengalami peningkatan. Penderita Covid-19 yang dinyatakan sembuh tak sebanding dengan kasus positif baru yang terdata setiap hari.

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani mengungkapkan, kasus positif baru bertambah 199 orang. Sedangkan pada kurun waktu yang sama, sebanyak 3 pasien Covid-19 di Aceh meninggal dunia.

Padahal sebelumnya, Presiden Jokowi berulang kali mengingatkan Aceh agar berhati-hati terhadap lonjakan kasus Corona pasca-Lebaran.

Menanggapi kondisi tersebut Ketua Komisi V DPRA, M Rizal Falevi Kirani menilai hal tersebut dikarenakan sosialisasi penerapan protkes di provinsi Aceh belum berjalan dengan baik. Kondisi tersebut, kata Falevi, dikarenakan pemerintah tidak melibatkan berbagai stekholder yang ada ada di level provinsi, kabupaten/kota sampai di Gampong. Artinya hanya ASN yang dikerahkan selama ini.

“Memang selama ini kurang maksimal sosialisasi protkes. Dari awal sudah kami ingatkan, agar melibatkan stekholder seperti Teuku yang ada di pesantren, “jelasnya, Jumat (21/5).

Politis PNA itu menyebutkan, sosialisasi bukan hanya bagi-bagi masker saja dan setelas itu sudah selesai. Menurutnya maka diperlukan peran seluruh stekholder yang nantinya akan menjelaskan untuk apa masker dan sanitezer tersebut.

“Bahasa sederhananya bahwa masker dan senitezer melindungi diri dari luar, sedangkan vaksin melindungi diri dari dalam. Dan itu bisa di sampaikan di setiap khutbah Jum’at oleh Teuku khatib betapa pentingnya protokol kesehatan. Maka dari itu perlunya pemerintah dalam hal ini ketua gugus dan satgas Covid mengaet seluruh stekholder. Jadi jangan salahkan kepercayaan masyarakat sekarang sudah menurun terhadap pemerintah, “kata Fahlevi.

Ia juga berujar bahwa semua itu belum terlambat bagi pemerintah untuk segera memperbaiki. Kata Fahlevi saat ini bukan lagi untuk mencari siapa yang salah, tapi segera mengajak seluruh elemen untuk sama-sama menjaga protkes kesehatan agar bisa tersampaikan ke masyarakat dengan bahasa yang mudah dimengerti.

Mantan aktivis 98 di Aceh itu juga menyampaikan beberapa masukan yang harus diantisipasi pemerintah Aceh ditengah lonjakan covid-19 di Aceh, seperti harus dilakukakan perluasan ruang Pinere. Kemudian insentif terhadap tenaga medis harus harus diperhatikan, sebab mereka saat ini sedang berjuang di garda terdepan dalam menangani pasien.

“Jadi jangan begitu ada lonjakan baru, disitu kita perluas. kita juga sudah sampaikan estimasi lonjakan itu beberapa hari kemudian. Begitu juga Kita sampaikan insentif terhadap medis segera diselesaikan. Jadi sayang sekali teman medis yang berjuang di garda terdepan tidak punya insentif. Saya pikir sudah berapa kali kami sampaiakan agar insentif medis segera dibayar, waktu kami sidak pengakuan mereka insentif medis belum di bayar, “ungkapnya.