Bedah Buku Bayang-bayang Terorisme, Penulis : Sasarannya Anak Muda

Kesbangpol Aceh Perlu Revolusi Akhlak

Penulis Buku Bayang Bayang Teroris Yudi Zulfahri menyerahkan buku kepada anggota DPRA Tezar Azwar didampingi Kesbangpol Aceh Munawarsyah di Banda Aceh. Senin 24 Mai 2021

HARIANRAKYATACEH.COM – Penulis buku Bayang-bayang terorisme asal Aceh Yudi Zulfahri mengatakan terorisme masih menyasar anak-anak muda di tanah air.

Ia mengatakan ia mengisahkan bagaimana keterlibatannya dalam terorisme di Aceh tahun 2010 ikut pelatihan militer di Jalin Jantho Aceh Besar.

‘Ya’ rekrutmen utama adalah anak muda yang masih bersemangat dan cepat terbangkit emosinya’, ini tanggung jawab kita bersama’, ujar Yudi.

Pria kelahiran Banda Aceh ini merupakan ASN lulusan STPDN dan telah bekerja di Pemko Banda Aceh dan ia ditangkap pada tahun 2015 menjalani tahanan baik di Polda Metro Jakarta dan LP kelas IIa Banda Aceh.

Setelah bebas kembali kuliah di Universitas Indonesia Jakarta mengambil program Magister Ketahanan Nasional dan pernah studi banding ke Timur Tengah, Eropa dan Mindanao, Philipina dalam peace program.

Acara ini difasilitasi Badan Kesbangpol Aceh bersama anggota Komisi VI DPRA, Tezar Azwar, M.Sc,
dalam roadshow tiga wilayah timur yang diadakan di Lhokseumawe, Banda Aceh dan Aceh Barat, 22 – 27 Mai 2021

Peserta Ormas, OKP, Tokoh masyarakat di Kota Banda Aceh, Senin (24/5) bersama Badan Kesbangpol Aceh dengan
Kepala Kesbangpol Aceh yang diwakili Kabid Bina Ideologi, wawasan kebangsaan dan karakter bangsa, Munarwansyah mengatakan terorisme ini salah satunya faktor kemiskinan dan juga pengaruh dari luar.

Kami sebagai fasilitator cukup bangga dengan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kita semua dan generasi muda yang sangat mudah terpapar. Maka dengan adanya diskusi ini justru menjadi lebih banyak tau tentang terorisme.

Yang kita pentingkan adanya perubahan atau ‘revolusi akhlak’ dalam diri kita sehingga akan berguna dalam masyarakat.

Sementara itu anggota Komisi VI DPRA, Tezar Azwar, M.Sc, mengatakan ia sangat konsern terhadap ide membuat buku oleh Yudi dimana ada nilai positif untuk disampaikan kepada masyarakat selain perlu menyalurkan bakat menulisnya.

Kemudian perhatian dari pemerintah bahwa bahaya terorisme sungguh masif dan sampai saat ini terus memperlihatkan aktivitasnya maka pemerintah harus lebih peduli pada isu pencegahan terorisme demi menjaga generasi muda di Aceh.

‘Mari kita bersama untuk menangkal isu-isu yang membuat keresahan dalam masyarakat’, demikian Tezar. (imj)