Fraksi Geranat Walkout, Sidang Paripurna Tetap Berlanjut

HARIANRAKYATACEH.COM – Sidang paripurna DPRK Subulussalam tetap berjalan meski 9 anggota DPRK yang tergabung dalam fraksi Gerakan Amanat Rakyat Aceh (Geranat) memilih Walkout, Senin (24/5/2021).

Walk out nya Fraksi Geranat tidak mempengaruhi jalannya rapat paripurna yang membahas 4 agenda yaitu Penyampaian rekomendasi DPRK Subulussaalam atas LKPJ Walikota Subulussaalam tahun anggaran 2020, Penetapan program legislasi Kota Subulussalam tahun 2021, Persetujuan bersama terhadap rancangan Qanun tentang penyertaan modal pemerintah Kota Subulussalam pada Perseroan Terbatas Bank Aceh Syariah.

Persetujuan bersama terhadap rancangan Qanun tentang perubahan atas Qanun Kota Subulussalam nomor 13 tahun 2012 tentang pemerintahan Kampong itu sempat menuai perdebatan antar sesama anggota karena dalam absensi kehadiran Dewan kuorum.

Terjadinya aksi walkout tersebut setelah beberapa anggota fraksi Geranat menyampaikan protes kepada Ketua DPRK Subulussalam terkait penyampaian pandangan umum yang dinilai sengaja dibatasi kepada fraksi Geranat. Bahagia Maha dari fraksi Geranat mengatakan bahwa sebelum paripurna di laksanakan pandangan umum fraksi Geranat masuk didalam tata tertib risalah dan di share di grub DPRK. Namun kata Bahagia Maha, setelah berapa jam tatib berubah lagi yang di kirim melalui Sekwan di Group Whatsapp DPRK. 

Tatib yang diubah itu terkesan sengaja dibatasi setiap fraksi termasuk fraksi Geranat dan langsung ditentukan penyampaian pandangan umum mengenai Rancangan Qanun Penyertaan Modal dan Perubahan Raqan Pemerintah Kampong ” Izin ketua, kami dari fraksi Geranat ingin mempertanyakan kenapa tatib secara tiba-tiba diubah tanpa koordinasi dengan pimpinan lainnya. Tatib yang diubah terkesan sengaja di kunci hanya bisa disampaikan oleh fraksi di paripurna ini hanya sebatas pandangan umum Raqan Penyertaan modal dan Perubahan Raqan Pemerintah Kampong ” kata Bahagia.

Saling lempar interupsi pun terjadi pada sidang tersebut baik dari anggota dewan yang pro dan kontra terhadap tatib tersebut. Anggota dewan lainnya dari Partai Aceh yang tergabung dalam fraksi Geranat juga menyampaikan Interupsi kepada Ketua DPRK terkait hal yang sama dengan penyampaian Bahagia Maha. Karena diwarnai interupsi, akhirnya Ketua DPRK Subulussalam, Ade Fadly Pranata Bintang, S. Ked mengambil keputusan sidang di skor 15 menit untuk merumuskan terlebih dahulu. 

Sampai skor dicabut dan sidang dimulai, aksi interupsi terus dilontarkan dari fraksi Geranat karena dinilai apa yang mereka minta belum di respon Ketua DPRK. Merasa diabaikan akhirnya fraksi Geranat sebanyak 9 orang memilih walkout ” karena tak ada tanggapan, kami dari fraksi Geranat memilih walkout ” kata Bahagia Maha yang juga merupakan Ketua Fraksi Geranat.

Keluarnya fraksi Geranat dari ruang sidang menyisakan 11 orang dari 20 seluruh anggota DPRK Subulussalam. Tiga orang pimpinan sidang hanya menyisakan 1 orang yaitu Ketua DPRK sedangkan 2 wakil Ketua turut keluar karena tergabung dalam fraksi Geranat.

Meski hampir setengah anggota DPRK Subulussaalam keluar dari ruangan, sidang terus dilanjutkan. Sebelum dilanjutkan, Ketua DPRK sebagai pemimpin sidang tunggal mempertanyakan kepada anggota dewan yang masih bertahan apakah sidang dilanjutkan atau ditunda. Namun, secara serentak anggota dewan meminta agar sidang paripurna dilanjutkan.

” Apakah sidang paripurna ini dilanjutkan atau ditunda? Tanya Ade Fadly Pranata Bintang

” Lanjutkan saja ketua ” sambut anggota dewan lainnya.