SMK BorSya-Tel NTB. Pertama dan  Satu-Satunya di Indonesia Bagian Timur

Rakyat Aceh

BorSya Foundation, mendirikan sekolah khusus infrastruktur Telekomunikasi setingkat Sekolah Menengah Teknik; SMK Borsya-Tel di Sumbawa, NTB. Sekolah ini disebut-sebut yang pertama dan satu-satunya di wilayah Indonesia Timur.

BorSya Foundation merupakan Yayasan yang didirikan BorSya Group. Sebuah perusahaan swasta Nasional, yang fokus pada pengembangan teknologi Total Passive Solution (FTTX). PT. BorSya Cipta Communica (BCC), holding Company Borsya group penyedia kebutuhan material telekomunikasi berbasis teknologi fiber optic berkantor pusat di Bandung Jawa Barat. 

Pendirian SMK BorSya-Tel didorong kenyataan, kebutuhan tenaga siap pakai di bidang infrstruktur telekomunikasi sangat minim sementara kebutuhan terus meningkat, seiring perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) serta target pemerintah zero blank spot seluruh Indonesia. 

Boris Syaifullah ketua Yayasan BorSya sekaligus CEO BorSya Group mengatakan bahwa tanggapan partner mereka atas inisiatif mendirikan sekolah vokasi ini cukup menggembirakan. “Kami sangat disupport oleh Telekomakses dengan Brand IndieHome. Rekanan bisnis BorSya Korea juga demikian.“ Ujar Ketua Bidang Hubungan Korea- Indonesia di KADIN Jawa Barat, sembari menambahkan komitment tersebut telah tertuang dalam bentuk kesepakatan bersama (MoU).

Sekolah vokasi ini diarahkan kepada ikatan dinas dan diwarnai banyak beasiswa. Untuk tahun ajaran perdana ini kata Boris sudah dimula diberikan. Beasiswa ini berasal dari berbagai kalangan, baik pribadi maupun badan hukum. Sementara partner baik indieHome maupun rekanan luar negeri memberikan komitment magang di sejumlah perusahaan sejenis di Korea Selatan.

Tahap awal ini sekolah fokus pada bidang infrastruktur, dengan dua bidang keahlian; Teknik Transmisi komunikasi. Kedua, Teknik Jaringan Akses telekomunikasi atau dengan kata lain konsentrasi pada perangkat keras (hardware). 

Menurut Boris yang juga ketua Asosiasi perushaan nasional telekomunikasi Jawa Barat, mengungkapkan, para penyelenggara jaringan internet selama ini memiliki kesulitan yang sama, mengenai tenaga siap pakai yang menjadi ujung tombak pemasangan jaringan insrastruktur internet, baik untuk pemukiman maupun untuk kalangan bisnis. 

Menyiapkan tenaga terampil dengan kwalifikasi standar akan memberikan jaminan hasil yang lebih baik. Perkembangan teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) menurutnya adalah sesuatu yang tak terlelakkan dan setiap orang mau tidak mau dipaksa untuk mengikutinya dalam kehidupan sehari. 

Target pemerintah untuk menjadikan sekuruh wilayah Indonesia zero blankspot tanpa didukung oleh kesiapan pelaksana di lapangan maka akan mengalami kesulitan mereralisasikan program besar tersebut. Untuk itulah pihak BorSya Group ambil bagian dalam upaya menjadikan Indonesia yang mandiri dan siap menyongsong era baru digitaisasi seluruh Indonesia.  

Link: https://borsyagroup.com/