Ratusan Ribu Kerang Terdampar, Fenomena Langka, di Pantai Alue Mangki

Ratusan warga di wilayah Lapang, Permukiman Gandapura Timur, berbondong-bondong mendatangi pantai Desa Alue Mangki, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, guna berebut memungut berbagai jenis kerang yang terdampar di tepi pantai, Kamis (27/5). AKHYAR RIZKI/RAKYAT ACEH

BIREUEN (RA) – Ratusan warga di wilayah Lapang, Permukiman Gandapura Timur, berbondong-bondong mendatangi pantai Desa Alue Mangki, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen. Mereka bukannya berwisata, melainkan berebut memungut berbagai jenis kerang yang terdampar di tepi pantai, Kamis (27/5).

Sejak Rabu malam (26/5) sekira pukul 03.00 WIB, banyak kerang terdampar di pinggir pantai. Penyebabnya, karena tingginya gelombang ombak yang mencapai 3-4 meter.
Amatan media, warga sekitar berdatangan ke pantai guna mengambil kerang-kerang tersebut untuk dimasak maupun dijual kembali. Tidak hanya orang dewasa, para remaja dan anak-anak juga ikut memunguti kerang.

Saking banyaknya, warga menggunakan karung sebagai tempat mengantongi kerang-kerang tersebut. Kejadian munculnya ratusan ribu kerang tersebut hanya di kawasan pantai Desa Alue Mangki. Sedangkan di pantai sebelahnya, tidak tampak adanya kerang-kerang yang bertebaran.

Menurut pengakuan beberapa warga setempat, hasil dari penjualan kerang mencapai jutaan rupiah perorang. Maka tak heran, ratusan warga memadati pantai tersebut.
Muntazami, salah satu warga Desa Alue Mangki mengaku, fenomena alam yang menjadi berkah bagi masyarakat setempat ini, hanya muncul beberapa tahun sekali.

“Kami tidak tahu penyebabnya, tapi fenomena langka ini baru muncul sejak semalam sekitar pukul 03.00 WIB. Kejadiannya, beberapa pemuda setempat yang bertugas mengelola tambak ikan dekat pantai, menemukan ratusan ribu kerang terdampar dipinggir laut. Melihat kejadian aneh ini, mereka langsung memunguti hingga pagi hari,” ujar Muntazami.

Disebutkan, beberapa pengunjung dan warga setempat mengetahui fenomena tersebut, bergegas secara beramai-ramai memadati pantai.

“Tinggal memungut saja, Kerang-kerang itu berada di pinggir. Namun dengan kondisi air laut pasang dan berombak, tidak mudah bagi warga mengambilnya,” pungkas pria yang sering disapa Dek Mun ini.

Hal senada juga dikatakan Izrul Hadi, Warga Alue Mangki. Menurutnya, kerang-kerang tersebut menepi karena terbawa ombak ketika angin laut berhembus.
“Warga sangat senang dengan banyaknya kerang di pantai. Ini merupakan berkah bagi warga dan para nelayan setempat dengan kondisi laut berombak tinggi. Allah memberi rezeki dalam bentuk lain. Tidak ikan, melainkan kerang,” sebut Izrul. (akh/icm)