Gajah Rusak Tanaman Warga Gunung Salak

Tapak Gajah mendekati rumah seorang warga di Dusun Jabal Antara, Alu Dua, Nisam Antara, Aceh Utara, kawasan KM 38 lintasan KKA-Bener Meriah. Sejumlah tanaman rusak, Sabtu (29/5). IDRIS BENDUNG-RAKYAT ACEH.

HARIANRAKYATACEH.COM – Sepasang gajah memasuki kawasan pemukiman penduduk Dusun Jabal Antara, Gampong Alu Dua, Nisam Antara, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (29/5).

Sejumlah tanaman rusak.
Hingga berita ini ditayangkan pukul 10.05 WIB, gajah masih berada di KM 38 atau sekitar 750 meter dari rumah milik Apa Con. Hewan pemilik belalai ini masih bermain di balik bukit dengan sedikit pepohonan.

“Sudah empat hari gajah disini,” kata Apa Con warga setempat.

Dijelaskan, awal kedatangan pemilik gading ini adalah malam Selasa lalu. Saat menjelang gerhana bulan.
“Gajah sampai ke samping rumah. Pohon pisang rusak. Dan beberapa tanaman kopi,” tambah bapak tiga putra putri ini.

Keberadaan sepasang gajah ini, juga bermain sampai ke KM 39 ke kebun Bobby dan warga sekitarnya. Hanya saja “Pou Meurah” tidak merusak rumah warga yang berada di sisi jalan KKA-Bener Meriah.

Sementara itu, seorang warga tetangga Apa Con, menyebutkan bahwa selama ini gajah tidak ada ke lokasi mereka tinggal. “Sudah sepuluh tahun saya disini, ngak pernah ada Gajah main kemari,” ungkap petani pemilik tanaman kopi.

Lebih lanjut dikatakan, gajah itu pun sempat mendekati pondoknya. Tetapi tidak merusak tanaman kopi, pohon nangka. Hanya beberapa pohon pisang rusak.

Warga setempat mengharapkan BKSDA untuk mengambil antisipasi agar gajah tersebut kembali ke habitatnya.

Pembukaan Lahan Tak Terkendali

Kepala Konservasi BKSDA Wilayah 1 Lhokseumawe, Kamarudzaman yang dikontak Rakyat Aceh pukul 10.00 WIB menyebutkan gajah mendekati pemukiman penduduk akibat pembukaan lahan dan perluasan kebun sawit.

“Gajah –gajah itu sudah pecah dua kelompok. Ada 30 gajah lagi di wilayah PT SA. Dan, akibat perluasan kebun sawit di Alu Bate Plqng, oleh PT SW di wilayah Alu Dua, Nisam Antara. Ini jalur tembus ke KM 38,” kata Kamarudzaman sekira pukul 10.15 WIB.

“Pembukaan hutan tak terkendali. Akibatnya satwa pada kucar kacir semua. Sudah kita lapor semua ke kementerian. Bahkan Komisi IV DPR RI sudah berbicara. Kita tunggu saja hasilnya,” pungkas Bang Din panggilan akrabnya. (ung)