Dari Bireuen ke Istanbul, Akmal Rusli Pelobi Ulung Asal Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – Akmal Rusli sosok pemuda cerdas asal Aceh kelahiran Bireuen 1 September 1995, merupakan alumni Pesantren Darul Hijrah Aceh Besar yang dikenal luas sebagai seorang aktivis Nasional dan internasional. Ia lihai mengatur strategi, piawai dalam berkomunikasi dan pintar berdiplomasi.

Awal Mei tahun 2021, Akmal diundang oleh Walikota Esenyurt-Turki dan para pengusaha Turki yang bergabung dalam organisasi Bisnis “Tumsiad” yang terkenal memiliki jaringan bisnis di 114 negara dunia dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdongan adalah sebagai Penasehat Tumsiad.

Kelihaian Akmal dalam membangun jaringan bisnis dan politik sangat membanggakan, diusianya yang masih sangat muda mampu membangun jaringan bisnis dan politik ditingkat Nasional dan Internasional. Ia seorang pelobi handal, cerdas, santun dan berwawasan luas. Anak seorang petani dipedalaman Kecamatan Gandapura, kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh.

Akmal berangkat ke Turki dalam rangka memenuhi undangan Walikota Esenyurt-Turki Mr. Abdurrahman Ada dan para pengusaha Turki dalam kapasitasnya sebagai pengusaha muda Indonesia dan importir produk-produk asal Turki untuk menjalin hubungan bisnis Indonesia-Turki.

Akmal selama ini konsentrasi menjalin hubungan bisnis dengan para pelaku UMKM di Indonesia dan memfasilitasi pelaku UMKM untuk pasar Ekspor.

Kali ini, Akmal membawa misi perdagangan Internasional ke Turki. Berkat lobi-lobinya, beberapa produk unggulan asal Indonesia bisa masuk ke pasar Turki, diantaranya produk kuliner unggulan asal Kota Payakumbuh dengan brand “Randang Minang”.

Akmal membawa produk lokal ini bisa tembus ke Turki. Persahabatanya dengan Walikota Esenyurt-Turki dan memiliki hubungan baik dengan para pengusaha Turki, sehingga membuat produk unggulan asal Payakumbuh “Randang Minang” bisa masuk ke Turki.

Diketahui, Akmal sudah menjalin hubungan baik dengan para pengusaha Turki sejak beberapa waktu yang lalu, selama ini Akmal adalah salah seorang pengusaha Muda Indonesia sebagai Importir produk-produk asal Turki ke Indonesia, seperti Benang Sutra,Tinta Turki, Kertas Muqahhar yang dipakai untuk keperluan kaligrafi di seluruh pesantren di Indonesia dari Aceh sampai Papua. Ia bersama temannya berbisnis secara online untuk memasarkan produk-produk Turki di Indonesia.

Selain sebagai importir produk asal Turki, Akmal juga mengekspor rempah-rempah asal Indonesia ke Negara Qatar seperti gula aren asal garut. Kiprah Akmal di dunia ekspor-impor sudah dimulai sejak 2019, ia berkolaborasi dengan milyader Indonesia yang menetap di negara Qatar untuk mengekspor komuditi asal Indonesia ke negara Qatar dan Timur Tengah, untuk dipasok ke banyak supermarket yang tersebar di Doha dan seantero Negara Qatar.

Kecerdasan dan kelincahan Akmal dalam berkomunikasi, mengantarkannya bergaul di kancah dunia. Gaya komunikasinya yang bernuansa diplomasi, membuat Akmal mampu menyakinkan banyak kolega. Pemuda berwawasan luas dan religi ini, dikenal sangat lihai mengatur strategi, gaya diplomasinya yang jitu, mampu menyakinkan dan memikat banyak partner bisnis dan politik dalam dan luar negeri.

Akmal bergaul dengan banyak tokoh-tokoh besar lintas Negara, para menteri, pengusaha, politisi, birokrat, aktivis kemanusiaan, aktivis pergerakan, hingga dekat dengan masyarakat bawah.

Karir Akmal terus melejit, wara-wiri Eropa-Asia. Dipusaran dunia aktivis Nasional dan perdagangan Internasional. Ia sangat terkenal dan juga dipercaya memimpin banyak organisasi tingkat Nasional dan Internasional seperti Vice President OIC Youth Indonesia, Wakil Ketua Departemen Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Bumiputra Nusantara (DPP ASPRINDO), ketua Dewan Pakar dan Penasehat Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Desa Seluruh Indonesia (DPD APEDI) Provinsi Jawa Timur, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Agung Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (DPA GMPRI), Ketua Bidang Politik dan Hubungan Internasional PB SEMMI dan Juru Bicara lembaga kemanusiaan Eddie Foundation.

Didunia sosial-kemanusiaan, Akmal juga sangat aktif. Saat tsunami selat sunda, ia dipercaya memimpin lembaga kemanusiaan sebagai Koordinator Istana Mulia Peduli Bencana (IMPB) dengan banyak membantu korban Tsunami dan Masyarakat Banten. Bahkan, selama 1 bulan pasca tsunami selat sunda, ia setiap hari bersama korban untuk mengawasi dan mengantarkan bantuan.

Saat ini, Akmal dipercaya sebagai Juru Bicara Lembaga kemanusiaan Eddie Foundation dan sudah banyak membantu masyarakat Aceh, diluar daerah hingga luar Negeri. Misi kemanusiaan yang gagasannya menghebohkan jagat raya Aceh, memang sangat lihai dalam mengatur konsep pergerakan. (akh)