Kondisi Memprihatinkan, Komunitas Bireuen Bersatu Malaysia Santuni Anak Yatim di Desa Abeuk Tingkeum

BIREUEN (RA) – Mendapat informasi dari warga tentang kondisi dua anak yatim yang memprihatinkan di Dusun Ule Gampong, Desa Abeuk Tingkeum, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Komunitas Bireuen Bersatu di Malaysia bergerak cepat demi kepedulian bersama.

Aqsal (14 bulan) dan Muhammad Ajis (14 tahun), merupakan dua sosok anak yatim yang perlu diperhatikan. Dengan kondisi keluarga yang dikatagorikan fakir, mereka membutuhkan biaya hidup dan tempat tinggal yang lebih layak.

Kondisi rumah tempat mereka berteduh, sungguh tidak layak huni lagi. Dinding terbuat dari kayu, sudah melepuk dan rapuh. Ditambah lagi atap terbuat dari daun rumbiya yang sudah bolong-bolong dan rusak parah. Jika diguyur hujan, tak ada cerita keluarga tersebut nyaman untuk berteduh.

Nilawati (36) selaku Ibu dari anak yatim tersebut, juga tidak memiliki pekerjaan tetap. Terkadang dibantu oleh para dermawan dan keluarganya dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Mendapat informasi tersebut dari salah satu jurnalis liputan Bireuen, Khaidir selaku Koordinator Bireuen Bersatu di daerah, bergerak cepat mengunjungi serta menyerahkan sembako dan sedikit biaya hidup kepada kedua anak yatim yang sering mengalami penyakit gatal-gatal ini.

“Kami hanya sebagai perpanjangan tangan dari teman-teman Bireuen yang ada di Malaysia dan sedikit membawa sumbangan dalam bentuk uang, sembako berupa beras, telur, minyak, gula serta beberapa jenis kebutuhan pangan lainnya,” ujar Khaidir.

Kebutuhan hidup ini, sebutnya, sebagai wujud kepedulian nyata dari Komunitas Bireuen Bersatu di Malaysia.

“Ketua komunitas mengamanahkan kepada kami, supaya mengunjungi dan menyerahkan sedikit bantuan dari uang pribadinya dan juga sedikit bantuan dari Tgk Bukhari,” jelasnya.

Haikal selaku Ketua Komunitas Bireuen Bersatu di Malaysia berharap kepada Pemerintah daerah (Pemda) untuk terbuka mata hatinya dalam melihat dan merasakan serta peduli terhadap masyarakat yang butuh perhatian seperti adinda Aqsal.

“Kegiatan ini bentuk kepedulian dari kami anak Bireuen yang sedang merantau ke Malaysia. Semoga para dermawan dan kawan-kawan di daerah juga terbuka hatinya membantu adik Aqsal,” harapnya.

Sementara Nilawati selaku Ibunda Ajis mengucapkan terimakasih kepada Komunitas Bireuen Bersatu. Ia sangat terkesan dengan kepeduliaan yang diperlihatkan komunitas tersebut. Padahal, Nila mengaku, tidak mengenal satupun dari mereka. Namun karena kondisi hidup serba kekurangan, ia memberanikan diri menceritakan keluh kesah yang dialaminya kepada salah seorang jurnalis di Bireuen.

“Terimakasih banyak kepada salah satu jurnalis liputan Bireuen Sulaiman Gandapura, dan khusuanya kepada Komunitas Bireuen Bersatu di Malaysia yang sudah membantu meringankan beban hidup kami. Semoga Allah Swt membalas kebaikan yang telah bapak berikan,” kata Nilawati dengan nada terharu.

Penyerahan sembako dan biaya hidup tersebut, turut didampingi Kepada Dusun (Kadus) Ule Gampong Syafruddin dan beberapa jurnalis liputan Bireuen. (akh)