ACT Aceh Salurkan Bantuan Biaya Hidup Dukung Dai di Perbatasan Aceh

ACT Aceh-MRI Subulussalam memberikan bantuan biaya hidup dan paket pangan kepada dai-dai perbatasan Aceh. FOTO KIRIMAN ACT

HARIANRAKYATACEH.COM (Subulussalam) – Ustaz Febrian Deli Putra telah lama melakukan syiar Islam di daerah perbatasan Aceh-Sumatera Utara dan telah menjadi panggilan. Ia tak mengharapkan apapun dari aktivitasnya kecuali bertambahnya keimanan masyarakat kepada Allah.

Ustaz Febrian adalah salah satu dari sembilan penerima manfaat lainnya untuk paket pangan dari program Sahabat Da’i Indonesia ACT Aceh-MRI Subulussalam yang tersebar di desa-desa kota Subulussalam pada Minggu, 30 Mei 2021 lalu.

Menyiarkan nilai-nilai Islam di sekitaran perbatasan, rawannya Aqidah di perbatasan menjadi landasan beliau membantu anak-anak di perbatasan yang kurang mampu agar mendapat pendidikan Islam sejak dini dan menjadi bekal terbaik mereka ketika beranjak dewasa.

Hingga saat ini secara bertahap beliau dan terus melakukan penguatan keislaman di perbatasan dengan mengajak anak-anak perbatasan untuk bisa mengenyam pendidikan di pesantren di sekitar perbatasan.

“Pernah suatu hari ketika awal saya melakukan aktivitas dakwah di bulan Ramadhan di desa Lae Ikan, desa terakhir yang langsung berbatasan dengan provinsi Sumut. Saya temukan Masjid dengan jamaah hanya 1 orang. Jamaah tersebut tak lain adalah Imam Masjid tersebut. Beliau yang azan, imam dan bilal sekaligus. Dari peristiwa itulah saya bertekad untuk berjuang bersama untuk menyiarkan Islam di desa tersebut,” sebut Ustaz Febrian.

Sahabat, dengan adanya program ini para Da’i sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.

Lain lagi dengan Ustaz Ansarni, beliau adalah salah satu dai yang telah lama menetap di desa Jontor, Kota Subulussalam. Saat ini beliau berstatus guru/ustaz di pesantren perbatasan dan guru mengaji. Beliau mengutamakan mengajar mengaji anak-anak mualaf di rumah sendiri, dan saat ini beliau juga membimbing mualaf di desa tempat beliau tinggal.

Sudah 15 tahun Ustaz Ansarni mengajar pendidikan Islam di pesantren dan desanya, mulai dari sebelum menikah dan hingga saat ini telah dikaruniai 3 anak. Tak ada yang dapat menyurutkan niatnya untuk terus mengabdikan diri.

“Tujuan kami adalah para dai yang tengah berjuang lebih keras sehingga kami berharap program berupa bantuan biaya hidup ini dapat menjadi pemantik semangat mereka dalam jalan menegakkan agama,” ujar Munandar dari Tim Program ACT Aceh.

Sahabat, dengan adanya program ini para Da’i sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.

Pengiriman sedekah untuk mendukung dai pelosok di Aceh dapat melalui rekening Bank Aceh Syariah Bank Aceh Syariah 01001930009205, BNI Syariah 6600011008, Mandiri Syariah 7089786023, BRI Syariah 1050610469, dan Bank Permata Syariah 8040092006 atas nama Aksi Cepat Tanggap. Pastikan donasi terkonfirmasi melalui WhatsApp 082283269008 atau Instagram @act_aceh.

Sedekah juga dapat diantar langsung ke Kantor ACT Aceh di Jalan Teungku Muhammad Daud Beureueh, Gampong Keuramat, Kuta Alam, Banda Aceh. (rao)