Munawar Tunanetra Selalu Optimis, Penyuluh Agama Non PNS Terbaik Tahun 2019

Munawar, S.PdI,. MA

Munawar, salah seorang penyuluh agama Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kantor Urusan Agama (KUA) Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Di tengah keterbatasan tetap mengajarkan kitab kuning dan alquran kepada santrinya.

Laporan Rusmadi, Banda Aceh.

Bagi Munawar, dalam hidup tidak boleh pesimis, harus dilalui dengan optimis, semua manusia sama di sisi Allah yang membedakan hanyalah ketaqwaannya.

Kedua mata Munawar tidak jelas untuk melihat,  yang nampak bayang bayangan bila berkomunikasi dan berinteraksi dengannya.

Siapa sangka dengan sejumlah prestasi yang diraihnya membuat dirinya tidak mudah patah semangat dan bisa mengajarkan beberapa kitab kuning dan alquran kepada anak anak di Gampong Lambaro Skep, Dusun Diwai Makam, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh.

Bahkan di dusun itu pula ia dipercayakan sebagai salah satu tengku imum rawatib sholat lima waktu di Mushalla yang tidak jauh dari rumahnya.

Munawar divonis oleh dokter kedua matanya tidak dapat melihat sejak tahun 2008. Lantas, dengan kondisi itu Munawar tidak pasrah dan putus semangat. Sebab, kalau rabun jauh atau pun dekat bisa diminimalisir dengan menggunakan kacamata.

“Kedua mata saya tidak bisa melihat pada tahun 2008, dulu mata saya normal. Saya dinyatakan sebagai tunanetra low vision,” jelas Munawar, Rabu (2/6/2021)

Dirinya juga tidak tahu, tiba tiba matanya kabur dan tidak bisa melihat dengan normal.

Suami Cut Kaslinda ini, untuk memudahkan mengajarkan kitab dan alquran mendirikan sebuah balai Seumeubeut (balai pengajian) di komplek rumahnya diberi nama An-Nury.

Sebab, menjadi seorang penyuluh agama harus ada binaan, apalagi setiap bulan membuat dan menyampaikan laporan kepada pimpinan.

Munawar pada tahun 2019, dinobatkan sebagai penyuluh agama teladan tingkat Kota Banda Aceh, sudah tentu berbagai tahapan harus dilewati, dari beberapa penyuluh agama Kota Banda Aceh yang ikut berkompetisi saat itu.

Belum lagi, aplikasi yang digunakan sebagai tunanetra di laptop maupun di hp terlebih dahulu di instal. Di laptop dikenal aplikas job acces with speech (Jaws) adalah sebuah pembaca layar (screen reader). Dan begitu juga di hp dengan aplikasi talkback.

Ayah tiga anak ini dalam hidupnya sebagai inspirasi bagi keluarga dan bagi orang lain, tidak mudah patah semangat.

“Kenapa orang lain bisa kenapa kita tidak bisa, itu semangat dalam diri saya,” ujarnya.

Munawar menceritakan, jarak rumah dengan kantor tidak begitu jauh hanya beberapa meter, bisa bawa kendaraan sendiri, meski harus ekstra hati hati, apalagi di jalan banyaknya kendaraan lalu lalang.

Dalam mengajarkan kitab dan alquran kepada santrinya, Munawar telah memprogramkan aplikasi talkback, sehingga huruf hurufnya bisa diperbesar dan mudah dilihat.

“Kitab dan alquran yang saya ajarkan sudah diprogramkan dan mudah saya mengajarnya,” jelasnya.

Munawar  juga menceritakan saat mengikuti tes calon mahasiswa di pasca sarjana UIN Ar  Raniry Banda Aceh, disediakan tempat khusus dan semua soal ujian payah dibaca oleh pengawas. Sehingga Munawar menggunakan kemampuan  pendengaran untuk menjawab semua soal soal yang sudah disiapkan.

Tak hanya itu, ketika ikut tes tulis sebagai penyuluh agama Non PNS di Kota Banda Aceh, dengan hal sama, soal soalnya dibacakan oleh pengawas di ruang khusus.

“Alhamdulillah penyuluh agama saya sejak 2014,” ujarnya.

Munawar banyak mengajarkan kepada komunitas penyandang tunanetra dalam menggunakan aplikasi talkback, dan juga mengajarkan ilmu agama kepada komunitas tersebut.

Saat  ini, Munawar juga dipercayakan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Provinsi Aceh, di Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI).

Pria kelahiran Juni 1982 di Aceh Utara ini mengaku sudah lama merantau dan bertanah air di Kota Banda Aceh.

Selain itu, saat ini diamanahkan sebagai Ketua Lembaga Penjamin Mutu (LPM) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Wasliyah Kota Banda Aceh.

Di sisi ekonomi, kehidupan Munawar orang yang sedang saja, maklum mereka keduanya bukan lah orang PNS. Begitu juga istri beliau menyandang gelar pendidikan Magister Agama (M.Ag) masih honorer di salah satu perguruan tinggi di Kota Banda Aceh.

Munawar pernah menamatkan pendidikan di Sekolah Dasar Cot Tengoh Aceh Utara, SMP Tungkop Banda Aceh, Dayah Terpadu Ulumuddin Lhokseumawe, Sarjana di UIN Ar-Raniry Banda Aceh Jurusan Bahasa Arab tamat tahun 2006 dan S2 UIN tamatan 2013 Jurusan Pendidikan Islam. (*)