Balitbangkes Aceh Gelar Sosialisasi Penelitian Tahun 2021

Laboratorium Balitbangkes Aceh amin/rakyat aceh)

HARIANRAKYATACEH.COM – Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Aceh gelar Sosialisasi Penelitian Tahun 2021, di Hotel Rasamala Banda Aceh, Kamis (3/6/2021).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka sosialisasi penelitian yang akan dilaksanakan oleh Balitbangkes Aceh.

Ketua Panitia Nona Rahmaida Puetri, S.Si mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk menyampaikan informasi terkait penelitian yang akan dilakukan Balitbangkes Aceh di tahun 2021 kepada lintas sektor/institusi/wilayah kerja yang terlibat didalam penelitian tahun 2021.

Pada tahun 2021, kata Nona, wilayah penelitian Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh ada di 2 Provinsi, yaitu Provinsi Aceh dan Provinsi Kepulauan Riau.

Penelitian yang akan dilakukan pada tahun 2021 antara lain berjudul evaluasi Pasca Pelaksanaan Program Pemberian Obat Masal Pencegahan (POPM) Filariasis di Kabupaten Aceh Barat Provinsi Aceh dan Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau dengan PI penelitian Yulidar, M.Si.

Kemudian, peran Pemegang Program dan Pengawas Menelan Obat (PMO) dalam Mengurangi Kejadian Tuberkulosis Paru dengan PI penelitian Zain Hadifah, M.Sc.

Peserta kegiatan terdiri atas peserta Luring dan peserta Daring. Peserta Luring berjumlah 45 orang dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19, yaitu ruangan yang disusun secara berjarak antara peserta satu dengan lainnya, dan wajib memakai masker. Peserta daring berjumlah 81 orang. Anggaran pelaksanaan kegiatan ini dibebankan pada DIPA Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh Tahun 2021.

Sementara Kepala Balitbangkes Aceh, Dr. Fahmi Ichwansyah, S.Kp, MPH  dalam sambutannya menyampaikan penelitian yang dilakukan tahun 2021 dilakukan di luar provinsi Aceh dikarenakan Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh mempunyai 4 wilayah kerja, yaitu Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Kepulauan Riau.

Fokus pada kedua penelitian adalah pada penyakit Filariasis yang tergolong kedalam penyakit neglected disease (penyakit tropis terabaikan) dan juga penyakit Tuberkulosis yang sampai saat ini masih jadi permasalahan kesehatan diseluruh dunia termasuk di Indonesia, khususnya Aceh.

Diharapkan dengan adanya hasil penelitian ini dapat membantu pemerintah daerah setempat dalam menanggulangi kasus penyakit Filariasis dan juga Tuberkulosis.

Lebih jauh Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Aceh menyampaikan dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, daerah daerah yang akan menjadi wilayah pelaksanaan penelitian akan lebih terpapar dengan maksud dan tujuan dari penelitian yang akan dilakukan sehingga kegiatan penelitian dilapangan nantinya dapat berjalan dengan baik dan lancar, yang pada akhirnya dapat melahirkankan kebijakan-kebijakan yang akan membantu dalam menanggulangi penyakit filariasis dan juga tuberkulosis. (ra)