Diduga Korupsi DD, Kajari Bireuen Tahan Mantan Keuchik Paya Lipah

BIREUEN (RA) – Diduga terlibat penyalahgunaan Dana Desa (DD) tahun 2017-2018, mantan Keuchik (Kades) Desa Paya Lipah, Kecamatan Peusangan, ditahan tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bireuen, Rabu (2/6) sore.

Informasi yang diperoleh media ini, oknum Keuchik tersebut berinisial ES dan menjabat sebagai Kades periode 2014-2019. Ia dilapor masyarakat atas tindakannya menggelapkan DD melalui beberapa kegiatan fisik selama dua tahun.

Berdasarkan penyidikan tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bireuen serta didukung hasil audit inspektorat, ditemukan adanya kerugian keuangan negara sebesar Rp 231.860.500 (dua ratus tiga puluh satu juta delapan ratus enam puluh ribu lima ratus rupiah).

Plt Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bireuen, Mangantar Siregar, SH saat menggelar press realese di aula Kejari mengatakan, ES diduga tersandung kasus korupsi APBG Paya Lipah TA 2017-2018.

Ia mengaku, perkara ini bermula dari laporan warga ke kejaksaan. Namun, sejak dua bulan lalu tim penyidik mendalami persoalan tersebut, serta dibantu oleh Inspektorat Kabupaten Bireuen, hingga tersangka resmi ditahan.

“Berdasarkan keterangan dan dokumen diperoleh selama proses penyelidikan dan penyidikan, ES diduga telah melakukan tindak pidana korupsi serta penyalahgunaan APBG Paya Lipah. Maka terhitung dari hari ini, pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan,” ujarnya.

Disebutkan, sebenarnya perkara ini sudah diupayakan penyelesaian oleh Inspektorat, namun karena tersangka ES tidak mengindahkan perlakuan baik tersebut, penyidik melanjutkan kasus itu sesuai proses hukum yang berlaku.

“Tidak tertutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam perkara tersebut, karena tim penyidik masih terus melakukan penyidikan secara intens,” jelasnya.

Mangantar berharap kepada seluruh keuchik lingkungan Kabupaten Bireuen agar mengelola APBG sebaik-baiknya dan mengevaluasi anggaran, agar tidak tersandung persoalan hukum. Pihaknya, akan tetap fokus untuk mengawasi dana yang diperuntukkan bagi rakyat kecil. (akh)