Menu

Mode Gelap
Korban Erupsi Gunung Marapi Ditemukan 1,5 Km dari Kawah Cak Imin Resmikan Posko Pemenangan Musannif bin Sanusi (MBS) Perangkat Desa Sekitar Tambang Tantang Asisten Pemerintahan dan Dewan Lihat Objektif Rekrutmen Pekerja PT AMM Golkar Aceh Peringati Maulid Nabi dan Gelar TOT bagi Saksi Pemilu Ratusan Masyarakat Gurah Peukan Bada Juga Rasakan Manfaat Pasar Murah

DAERAH · 4 Jun 2021 14:48 WIB ·

Pasar Sibreh Milik Pemkab tak MIliki MCK


 Rakyat Aceh Perbesar

Rakyat Aceh

HARIANRAKYATACEH.COM – Pasar Sibreh Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Aceh Besar tidak memiliki tempat MCK (Mandi Cuci Kakus). Para pedagang baik yang menyewa Ruko (Rumah Toko) maupun lapak di los pasar sayur dan ikan harus ke masjid bila Buang Air Besar (BAB) maupun Buang Air Kecil (BAK).

Amatan Rakyat Aceh pada Kamis (3/6), pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar yang dibangun tahun 2005 itu sangat minim perawatan dan juga fasilitas. Seperti, banyak talang air bocor, yang mengakibatkan air masuk dan mengenangi ruko dan lapak jualan saat hujan.

Kecuali itu, tidak ada penutup riol (got) di sekeliling pasar pasar tersebut. yang membuat sampah menumpuk di dalam got. Dan bahkan ketika pasar sedang ramai saat Hari pecan, sering para pengunjung jatuh ke dalam got sedalam 50 cm itu yang mengakibatkan cedera baik ringan maupun berat.

Salah seorang pedagang kelontong Abdul Manaf mengatakan saat ini MCK atau WC (Water Closet) sangat dibutuhkan di pasar tersebut, tidak hanya untuk para pedagang namun juga untuk pengunjung (pembeli) terlebih saat ramai sepeti Hari Peukan.

“Sekarang kalau BAB atau BAK, ya ke masjid kami harus lari, kalau sepi seperti ini, kalau ramai seperti Hari Peukan, ya tidak mungkin kami tinggalkan toko atau lapak jualan, tapi ya mau bagaimana, terpaksa,” ujar Abdul Manaf yang diamini oleh beberapa temannya sesame pedaang di pasar itu.

Masih menurut Abdul Manaf, pembangunan WC umum di pasar yang memiliki 2 hari peukan, yaitu Rabu dan Minggu itu merupakan hal yang sangat mendesak dan harus diprioritaskan oleh pemerintah. Perihal biaya operasionalnya, kata ia, bisa digunakan dari jasa pakai WC umum itu oleh pedagang maupun pengunjung.

“Banyak ruko disini yang kosong, dari 32 pintu, hanya 40 % saja yang terisi, yang lain kosong karena orang tak mau menyewa, tidak ada WC atau air,” sebut Abdul Manaf .
Selain itu, Abdul Manaf juga berharap Pemkab Aceh Besar sebagai pemilik pasar itu, harus menyediakan penutup got untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung. Menurutnya, sudah banyak jatuh korban bahkan ada yang cedera berat karena jatuh ke dalam got tersebut.

“Kami buat sendiri boleh juga, tapi nanti dipotong dari uang sewa Ruko. Dan itupun tidak ada jawaban dari mereka. Dan kami hanya sanggup buat di depan toko masing-masing, itupun dari kayu. Dan masih sangat banyak yang terbuka, mudah-mudahan dapat perhatian dari pemerintah,” harap Abdul Manaf.

Hal yang hampir senada juga diutarakan oleh salah seorang pedagang sayu-mayur M Rasyid, menyampaikan, selain kebutuhan mendesak akan MCK dan penutup riol, ia juga berharap pemilik atau pengelola pasar itu merehap talang air yang ada di dekat ia membuka lapak.

Kata dia, bila hujan turun, lapak dan barang dagangannya basah akibat air yang keluar dari talang air yang rusak. “Dan kawasan ini dipenuhi dengan genangan air, tidak hanya menyulitkan pembeli datang, kita yang berjualan sendiri sulit,” ujar M Rasyid yang mengaku sudah 40 tahun berjualan sayu di pasar tersebut.

Sampai dengan berita ini diturunkan, Rakyat Aceh sudah mencoba menghubungi pihak-pihak terkait, baik Petugas Pasar maupun dinas terkait, namun belum bisa dihubungi. Menurut sejumlah pedagang, petugas pasar yang bernama Ismail, sudah mengganti nomor ponselnya, begitupun dengan dinas terkait.(tar/rif)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Comments are closed.

Baca Lainnya

Disdik Aceh Terapkan Kawasan Tanpa Rokok, Ciptakan Lingkungan Kerja Sehat

17 July 2024 - 21:42 WIB

Pj Bupati Aceh Besar Terima Bantuan Penanganan Kekeringan dari Kemensos RI, Langsung Serahkan ke Masyarakat

17 July 2024 - 20:03 WIB

Disdik Aceh Gelar Rakor dengan Yayasan Kartika Jaya Bahas Solusi Kekurangan Guru Pasca UU ASN

17 July 2024 - 19:59 WIB

Kasus Korupsi di Aceh semakin marak, puluhan pemuda dari Gerakan Pemuda Islam (GPI) Aceh Demonstrasi di Kejati Aceh

17 July 2024 - 18:14 WIB

Donor Darah di PMI Kota Banda Aceh, Pj Ketua PKK Aceh Ajak Masyarakat Rutin Donor Darah

17 July 2024 - 17:45 WIB

RS Pendidikan USK Pusat Layanan Vaksinasi Banda Aceh dan Aceh Besar

17 July 2024 - 17:43 WIB

Trending di METROPOLIS