Umuslim Berikan Beasiswa “Ampon Chiek Peusangan Scholarship” Untuk Anak Palestina

BIREUEN (RA) – Meningkatnya kekerasan dan kekisruhan akibat konflik Israel dan Palestina, menyebabkan ribuan penduduk Palestina menjadi korban dan hilangnya harta bendanya dalam beberapa bulan terakhir, sehingga banyak rakyat terutama anak-anak Palestina tidak dapat mengecap pendidikan semestinya.

Demi kemanusian dan kepedulian atas musibah yang menimpa rakyat Palestina, Universitas Almuslim (Umuslim), Peusangan, Kabupaten Bireuen, siap menampung 10 (sepuluh) orang anak Palestina untuk kuliah di Umuslim

Hal ini disampaikan Rektor Umuslim, Dr Marwan Hamid MPd kepada media ini, Senin (7/6).

Pihaknya bermaksud memberikan “Beasiswa Ampon Chiek Peusangan (Ampon Chiek Peusangan Scholarship)” berupa beasiswa pendidikan penuh tingkat sarjana (S-1) kepada para pemuda/i Palestina yang sedang berada di Kamp Pengungsi di Amman.

“Nama “Ampon Chiek Peusangan” digunakan untuk mengenang pengorbanan Ampon Chiek Peusangan, yang telah berjasa dibidang Pendidikan, bersama ulama menginisiasi berdirinya Jamiatul Muslim tahun 1929 (cikal bakal Yayasan Almuslim Peusangan). Beliau mewakafkan tanahnya untuk mendirikan kantor Yayasan dan sekolah menengah dikala itu,” jelas Marwan.

Tujuan utama pemberian beasiswa ini, sebutnya, sebagai bentuk kontribusi Universitas Almuslim dibidang kemanusiaan melalui Pendidikan dengan ikut berperan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) pemuda/i Palestina.

Dirincikan, beasiswa diberikan secara penuh, bebas uang kuliah selama 8 hingga 10 semester (4 hingga 5 tahun), fasilitas akomodasi di Rusunawa Umuslim, uang konsumsi setiap bulannya, tiket pesawat (PP), keberangkatan dari Amman ke Banda Aceh dan setelah lulus, dari Banda Aceh menuju Amman.
 
Menurut Rektor Umuslim, tahap pertama kuota beasiswa yang diberikan untuk 10 (sepuluh) orang, selanjutnya nanti akan dievaluasi kembali.

“Nantinya kuliah dilakukan dalam bahasa Indonesia. Sebelum mengikuti perkuliahan, calon mahasiswa terlebih dahulu akan mengikuti masa orientasi bahasa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, agar tidak terjadi kendala dalam proses belajar mengajar, akan disiapkan dosen kelas Internasional yang menguasai bahasa Arab dan Bahasa Inggris, seperti saat Umuslim menerima mahasiswa dari NGU Jepang. Umuslim sudah berpengalaman dalam menyelenggarakan program pembelajaran Internasional, pihaknya sudah pernah melakukan kerjasama pertukaran mahasiswa dengan Nagoya Gakuin University (NGU) di Jepang yang telah berlangsung selama 4 (empat) tahun lamanya.

“Umuslim juga salah satu anggota tim Task Force Pemerintah Aceh dalam membangun kerjasama antara Aceh dan India. Kami telah melakukan MoU dengan Kementerian Luar Negeri RI bersama-sama menginisiasi kerja sama Aceh dan Kepulauan Andaman Nicobar di India,” sebut Marwan.
 
Pihaknya menyurati Kemendikbud-Ristek RI, Kementerian Luar Negeri RI, dan Kedutaan Besar RI di Amman, Kerajaan Yordania Hasyimiah merangkap Negara Palestina.

Umuslim saat ini mengelola 25 Program Studi Sarjana dan Diploma tiga yang terakreditasi A dan B, serta mengelola Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan 2 Program Pascasarjana (Magister) yaitu program Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan (PSL) dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial. (akh)