Ombudsman: Proses Migrasi ke BSI Hanya 5 Menit Tanpa Dipungut Biaya

HARIANRAKYATACEH.COM – Ombudsman RI Perwakilan Aceh berharap hadirnya BSI diharapkan bisa meningkatkan pelayanan prima kepada nasabah. Setelah proses roll out dan migrasi BSI selesai, diharapkan pelayanan BSI bisa lebih optimal.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Taqwaddin Husin yang sudah mencoba sendiri proses migrasi BSI, mengatakan waktu yang dibutuhkan untuk proses ini tidak lebih dari 5,5 menit. “Selain itu, dalam proses ini Taqwaddin menjelaskan tidak ada biaya yang dipungut,” kata Taqwaddin dalam acara Pertemuan BSI dengan Kepala Perwakilan BI, OJK, Sekda Aceh dan Ombudsman, Senin (7/6).

Komentar positif juga disampaikan oleh Staf Ahli Gubernur Aceh, Iskandar berharap proses integrasi layanan operasional dan migrasi BSI berjalan lancar. “Kami berharap BSI berperan besar dalam mewujudkan keinginan masyarakat Aceh mengenai implementasi Qanun Lembaga Keuangan Syariah No. 11 Tahun 2018,” kata Iskandar.

Iskandar juga berharap BSI bisa ikut berkontribusi terhadap perkembangan ekonomi Aceh terutama dukungan ke UMKM. Dengan adanya BSI juga diharapkan kualitas layanan masyarakat bisa ditingkatkan.

Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Achris Sarwani mengatakan BSI diharapkan bisa menghandle meningkatkan transaksi pembayaran nasabah. “Dengan produk dan layanan digital BSI diharapkan kebutuhan transaksi nasabah bisa terpenuhi,” kata Achris.

Kepala OJK Aceh, Yusri mengatakan proses integrasi sistem dan operasional BSI diharapkan bisa menjadi solusi dalam meningkatkan kualitas transaksi. “Selain pelayanan, masyarakat juga berharap adanya padanan produk dan kelengkapan produk yang ditawarkan oleh BSI,” kata Yusri, dalam keterangannya kepada Rakyat Aceh.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyambut baik harapan dari stakeholder Aceh terkait proses integrasi layanan dan operasional. Terkait proses migrasi ini BSI berkomitmen untuk melayani masyarakat semaksimal mungkin.

Wakil Direktur Utama 1 BSI, Ngatari mengatakan proses integrasi layanan dan operasional di Aceh diharapkan selesai satu dua bulan kedepan. “Maksimal satu bulan kedepan proses migrasi region BSI Aceh diharapkan bisa selesai,” kata Ngatari.

Penyatuan sistem layanan di Aceh ini mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM, hingga mobile dan internet banking. Perseroan pun menjamin proses tersebut mengedepankan kenyamanan dan keamanan data nasabah.

Dalam proses integrasi sistem operasional layanan Regional Aceh, BSI akan melakukan migrasi sejumlah 1,1 juta nasabah asal BNI Syariah dan BRI Syariah dalam kurun waktu satu bulan dari sebanyak 160 outlet BSI di seluruh Aceh.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan realisasi migrasi rekening pada hari pertama (7/6) integrasi sistem operasional layanan di Region Aceh sebesar 67,67% dari target migrasi sebesar 1,16 juta rekening. Realisasi migrasi BSI Region Aceh ini menunjukkan antusiasme masyarakat Aceh terhadap proses integrasi ini.

Secara nasional, BSI menargetkan pada 1 November 2021 seluruh jaringan Bank Syariah Indonesia bisa terintegrasi. Hingga akhir 2021 BSI menjamin 100% nasabah bank asal akan memiliki akun di sistem baru bank syariah milik Himbara tersebut. (arm/ra)