Bangun Gedung Dewan Aceh Utara Masih Butuh Rp 15 Miliar

TINJAU GEDUNG- Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat bersama wakil ketua dan didampingi Sekda Dr A Murtala meninjau gedung dewan di Landeng, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, kemarin. ARMIADI/RAKYAT ACEH

HARIANRAKYATACEH.COM – Untuk pembangunan gedung DPRK Aceh Utara di Landeng, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, masih membutuhkan dana sekitar Rp 15 miliar. Kini pembangunannya baru selesai mencapai 80 persen, sehingga tinggal 20 persen lagi untuk tahap finishing.

Pun demikian, sebagian barang-barang kebutuhan kantor seperti meja, kursi serta kebutuhan lainnya sudah mulai diisi ke gedung baru sejak sebulan lalu. Barang-barang itu diambil dari gedung dewan lama di Lhokseumawe untuk dipergunakan di gedung baru.
“Yang masih dibutuhkan saat ini adalah pemasangan lampu dan AC di sejumlah ruang dalam gedung dewan,” ucap Ketua DPRK Aceh Utara, Arafat kepada awak media saat meninjau gedung DPRK Landeng, didampingi Sekda Dr Murtala, kemarin.

Ia mengatakan, setelah peusijeuk atau tepung tawar besok (hari ini, red) oleh ulama, maka pihaknya akan berkantor secara aktif di gedung DPRK Aceh Utara di Landeng pada bulan depan. Hal itu akan dilakukan setelah semua ruangan terpasang listrik dan AC serta kebutuhan lainnya.

“Insya Allah bulan depan, kita siap berkantor secara aktif di gedung baru, baik itu pimpinan dewan, para anggota dewan, sekwan bersama sekretariat dewan dan staf administrasi dewan,” katanya.

Disebutkan, upaya itu dilakukan untuk menyahuti aspirasi masyarakat supaya gedung DPRK Aceh Utara di Landeng segera diaktifkan. “Ya walaupun belum selesai 100 persen pembangunan dan termasuk halaman kantor, tapi kita akan tetap berkantor disana, apalagi ruang sidang paripuna sudah siap pakai” ucap Politisi Partai Aceh ini.

Direncanakan, untuk rapat paripurna perdana DPRK juga akan dilangsungkan di ruang sidang gedung baru dewan setempat. Rapat paripurna itu membahas tentang penerimaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Bupati tentang Keuangan Tahun 2020.

Selain itu, ia juga meminta Pemkab Aceh Utara untuk mengalokasikan anggaran kebutuhan paving block di halaman gedung DPRK. Dimana, hingga saat ini halaman gedung dewan itu masih berlantai dan digenangi air saat turunnya hujan serta berumput. Kemudian, pos jaga satpam, mushalla dan lainnya juga tersedia di kantor baru. (arm/icm)