Mahasiswa UIN Ar-Raniry Minta keringanan UKT dan Subsidi Kouta di Masa Pandemi Covid-19

Banda Aceh (RA) – Dewan eksekutif Mahasiswa UIN Ar-Raniry melakukan konsolidasi akbar bersama ketua lembaga selingkungan UIN Ar-Raniry terkait permasalahan mahasiswa UIN Ar-Raniry di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Konsolidasi akbar ini dilakukan untuk menampung semua aspirasi mahasiswa yang disampaikan oleh ketua lembaga selingkungan UIN Ar-Raniry mulai dari ketua HMP dan Ketua DEMA di tingkat Fakultas.

Adapun beberapa poin yang di bahas dalam konsolidasi tersebut diantaranya perihal pemberian subsidi kouta dan keringan UKT mahasiswa.

Presiden Mahasiswa UIN Ahmad Jaden Mengatakan, mahasiswa sangat terbebani dengan kondisi saat ini, banyak keluhan yang sampai kepdanya selaku pimpinan ormawa sehingga hal ini di sampaikan kepada Dewan Eksekutif Mahasiswa selaku Lembaga tertinggi di UIN Ar-Raniry.

“Pemerintah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Belajar Dari Rumah Dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Dalam surat edaran ini disebutkan bahwa tujuan dari pelaksanaan Belajar Dari Rumah (BDR) adalah memastikan pemenuhan hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama darurat Covid-19, “ujarnya, Jum’at (11/6).

Salah satu poin dalam surat edaran tersebut ialah melindungi warga satuan pendidikan dari dampak buruk Covid-19 dengan Mencegah penyebaran dan penularan Covid-19. Tujuan utama adalah memutus mata rantai Covid-19 dengan kondisi yang ada semaksimal mungkin, dengan tetap berupaya memenuhi layanan pendidikan.

Meski begitu, kata Ahmad, pihaknya sependapat dengan pemerintah terkait kondisi saat ini, dimana angka covid yang terus meningkat, terutama di Aceh. Namun yang harus digaris bawahi setiap peraturan harus disesuiakan dengan solusi yang cerdas.

“Boleh kuliah daring, namun mekanismes harus tetap diperhatikan mulai kouta Internet, penurunan UKT sampai system portal mahasiswa yang lebih baik. Nantinya kita dari pihak DEMA UIN Ar-Raniry akan mengadvokasi terkait semua permasalahan ini, “tuturnya. (Mar)